Konten dari Pengguna

Mengapa Gunung Berapi Bisa Meletus? Pelajari Fenomena Alam di Sini

P

Pojok Informasi

Membagikan informasi dari berbagai topik.

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mengapa Gunung Berapi Bisa Meletus? Unsplash.com/Yosh Ginsu
zoom-in-whitePerbesar
Mengapa Gunung Berapi Bisa Meletus? Unsplash.com/Yosh Ginsu

Mengapa gunung berapi bisa meletus? Peristiwa gunung meletus adalah seorang fenomena alam terjadi secara alami. Fenomena ini memberi dampak yang sangat dahsyat bagi kehidupan manusia bahkan menimbulkan kerusakan fisik.

Meskipun mengetahui bahwa gunung meletus dapat terjadi sewaktu-waktu, masih ada banyak masyarakat yang memilih tinggal di sekitar gunung. Masyarakat memilih hidup di sekitar lereng gunung karena tanah disekitar gunung yang subur dan lingkungannya yang sejuk.

Mengapa Gunung Berapi Bisa Meletus Menimbulkan Kerusakan Fisik?

Mengapa Gunung Berapi Bisa Meletus? Unsplash.com/Marc Szeglat

Mengapa gunung berapi bisa meletus? Indonesia adalah negara yang memiliki banyak gunung berapi. Indonesia memiliki sekitar 127 gunung berapi aktif dengan jutaan penduduk yang tinggal di sekitarnya.

Meletusnya gunung berapi dapat dijelaskan melalui pemahaman fenomena alam ini. Dikutip dari dinsospppa.bulelengkab.go.id, gunung adalah tonjolan yang ada di permukaan bumi. Tonjolan gunung memiliki saluran lurus berbentuk vertikal seperti pipa alami.

Pipa tersebut menghubungkan perut bumi dengan permukaan bumi atau kerak bumi. Di dalam perut bumi, ada bermacam cairan panas termasuk batuan cair dan magma.

Suatu saat, magma dan material pada perut bumi dapat mengalami kejenuhan atau diakibatkan oleh getaran bumi (gempa bumi tektonik). Akibatnya, magma di perut bumi tersebut akan keluar ke permukaan bumi secara berkala.

Magma keluar ke permukaan bumi lewat pipa alami yang menjulang tinggi di dalam gunung. Di saat magma keluar dari pipa tersebut, fenomena alam inilah yang disebut gunung berapi meletus.

Saat fenomena ini terjadi seolah-olah gunung berapi tengah meletus dan mengeluarkan berbagai material dari dalam perut bumi.

Penyebab Meletusnya Gunung Berapi

Mengapa Gunung Berapi Bisa Meletus? Unsplash.com/Yosh Ginsu

Tugas masyarakat yang hidup di sekitar gunung adalah mempelajari penyebab gunung berapi meletus agar apabila fenomena ini terjadi, korban yang berjatuhan dan dampak yang ditimbulkan dapat diminimalisir. Beberapa penyebab meletusnya gunung berapi yaitu:

1. Gempa Vulkanik yang Meningkat

Frekuensi gempa yang meningkat adalah saat dalam sehari terjadi puluhan gempa tremor yang tercatat di alat Seismograf. Meningkatnya aktivitas seismic dan kejadian vulkanis lainnya juga terjadi yang disebabkan oleh pergerakan magma. Tanda ini dapat meningkatkan status gunung berapi menjadi level waspada.

2. Suhu Kawah yang Meningkat

Magma yang naik hingga mencapai lapisan kawah teratas, kenaikan magma terjadi akibat pergerakan tektonik pada lapisan bumi dibawah gunung. Sebab itu, suhu di sekitar kawah meningkat.

Hal ini juga menyebabkan hewan gelisah dan turun gunung. Selain itu, air tanah di sekitar gunung juga menjadi kering.

3. Lempeng Bumi yang Berdesakan

Lempeng bumi yang berdesakan mengakibatkan tekanan besar yang mendorong permukaan bumi. Sehingga menimbulkan gejala tektonik, vulkanik, dan meningkatkan aktivitas geologi gunung. Hal ini juga menyebabkan perubahan struktur dalam gunung berapi.

4. Tekanan Tinggi

Cairan magma dapat naik ke atas dan masuk ke saluran kawah jika terdapat sumbatan. Hal ini bisa menimbulkan ledakan yang disebut letusan gunung berapi. Dimana tekanan semakin tinggi dapat menyebabkan ledakan yang semakin keras.

Itu semua adalah penyebab dan jawaban mengapa gunung berapi bisa meletus. Mengetahui fenomena alam ini adalah tugas semua manusia agar dapat senantiasa berkontribusi dan menjaga alam Indonesia yang indah ini. (Aya)

Baca juga: Mengapa Kelelawar Tidur Terbalik? Ini Penjelasannya