Konten dari Pengguna

Mengapa Kelelawar Tidur Terbalik? Ini Penjelasannya

P

Pojok Informasi

Membagikan informasi dari berbagai topik.

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Mengapa Kelelawar Tidur Terbalik, Foto: Unsplash/Amr Miqdadi
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Mengapa Kelelawar Tidur Terbalik, Foto: Unsplash/Amr Miqdadi

Mengapa kelelawar tidur terbalik menjadi pertanyaan menarik karena posisi tersebut terlihat tidak lazim jika dibandingkan dengan kebiasaan tidur hewan lain.

Kebiasaan unik ini ternyata berkaitan dengan karakteristik tubuh dan cara kelelawar menjalani aktivitas sehari-hari. Posisi tersebut bukan sekadar gaya istirahat yang aneh.

Ada alasan tertentu yang membuat kelelawar merasa nyaman berada dalam posisi terbalik, terutama saat bersembunyi dan menghindari gangguan.

Ini Alasan Tertentu Mengapa Kelelawar Tidur Terbalik

Ilustrasi Mengapa Kelelawar Tidur Terbalik, Foto: Unsplash/Riizz

Mengapa kelelawar tidur terbalik? Dikutip dari situs britannica.com, kelelawar tidur terbalik karena anatomi dan fisiologi hewan ini beradaptasi untuk posisi ini.

Kaki mereka ramping dan tidak dirancang untuk berjalan atau berdiri, tetapi telapak kaki mereka beradaptasi untuk mencengkeram dan menempel pada permukaan.

Ketika kelelawar menggantung terbalik, berat badannya memanfaatkan mekanisme penguncian tendon yang menyebabkan kaki mengepal secara otomatis.

Adaptasi ini memungkinkan kelelawar untuk tetap menempel tanpa usaha otot, dan energi hanya dibutuhkan untuk melepaskan cengkeramannya.

Tidak seperti burung, kelelawar tidak beradaptasi untuk lepas landas dari tanah. Tungkai belakang mereka kurang berkembang dan tidak memberikan daya dorong yang kuat, dan sayap mereka tidak cukup kuat untuk menghasilkan daya angkat dari posisi diam.

Menggantung terbalik memungkinkan mereka untuk melepaskan diri dan terbang, menggunakan gravitasi untuk mendapatkan momentum.

Banyak spesies kelelawar memilih lokasi bertengger yang relatif tersembunyi dan sulit dijangkau, seperti bagian dalam gua, cabang pohon yang tinggi, hingga sisi bawah jembatan.

Pemilihan tempat tersebut bukan tanpa alasan. Lokasi yang terlindung dapat membantu kelelawar mengurangi risiko serangan predator ketika sedang beristirahat.

Ketinggian dan posisi tempat bertengger juga memberikan kelelawar ruang untuk mengamati kondisi di sekitarnya.

Saat muncul gangguan atau ancaman, kelelawar dapat segera melepaskan cengkeramannya dan terbang menjauh untuk mencari tempat yang lebih aman.

Kemampuan tersebut menjadi semakin penting karena kelelawar menghabiskan sebagian waktu hariannya untuk beristirahat.

Posisi menggantung memungkinkan hewan ini berada di tempat yang relatif aman tanpa harus terus berpindah. Struktur tubuh kelelawar juga mendukung kebiasaan tersebut.

Ukuran tubuh yang relatif ringan serta sistem peredaran darah yang mampu menyesuaikan posisi tubuh membuat darah tetap dapat bersirkulasi saat kelelawar berada dalam posisi terbalik.

Kondisi ini membantu mencegah tekanan berlebihan pada bagian kepala meskipun tubuh berada dalam posisi yang berlawanan dari manusia saat tidur.

Posisi terbalik juga tidak mengganggu kemampuan kelelawar untuk kembali terbang. Saat perlu meninggalkan tempat bertengger, kelelawar cukup melepaskan cengkraman pada permukaan dan memanfaatkan posisi tubuhnya untuk mulai mengepakkan sayap.

Karakteristik tersebut membuat lokasi bertengger yang tinggi dan tersembunyi menjadi pilihan yang efektif bagi kelelawar untuk beristirahat sekaligus tetap siap menghadapi ancaman dari lingkungan sekitar.

Itulah penjelasan tentang mengapa kelelawar tidur terbalik. Fakta di balik kebiasaan ini menarik karena berkaitan erat dengan kemampuan kelelawar bertahan hidup. (IF)

Baca juga: Hewan Apa yang Bisa Hidup Tanpa Kepala? Cek Jawabannya yang Bikin Mengejutkan