Kenapa Nama Jalan Bisa Berubah? Simak Penjelasannya
Membagikan informasi dari berbagai topik.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kenapa nama jalan bisa berubah kerap dikaitkan dengan berbagai perkembangan yang terjadi di suatu wilayah. Nama jalan bukan sekadar penanda untuk membantu menemukan lokasi, tetapi juga dapat menjadi bagian dari sejarah dan kehidupan sebuah daerah.
Karena itu, keberadaan nama jalan sering kali memiliki cerita dan latar belakang tersendiri yang berkaitan dengan suatu kawasan.
Jalan memiliki fungsi penting sebagai prasarana transportasi yang menghubungkan satu wilayah dengan wilayah lainnya. Karena memiliki fungsi tersebut, setiap jalan yang berada di bawah kewenangan pemerintah daerah juga perlu memiliki nama sebagai penanda lokasi.
Kenapa Nama Jalan Bisa Berubah dengan Berbagai Kondisinya?
Kenapa nama jalan bisa berubah dapat berkaitan dengan berbagai pertimbangan, termasuk kondisi sejarah, sosial, dan politik. Nama jalan dapat dipertahankan ketika masih dianggap sesuai dengan identitas daerah, tetapi dapat pula diganti apabila terdapat alasan tertentu yang mendasari perubahan tersebut.
Dalam aturan mengenai penamaan jalan di daerah, dalam pedoman penyelenggaraan penetapan nama jalan yang diunggah peraturan.bpk.go.id, setiap jalan umum maupun jalan khusus yang berada di bawah kewenangan pemerintah daerah harus mempunyai nama.
Penetapan nama dilakukan melalui keputusan kepala daerah setelah mendapatkan persetujuan DPRD sesuai ketentuan yang berlaku.
Sedangkan dalam penjelasan historiana.eu, nama jalan dapat mencerminkan keadaan masyarakat pada masa lalu maupun masa kini.
Pemberian nama bukan hanya menentukan sebutan untuk ruas jalan, tetapi juga dapat menjadi cara untuk mempertahankan ingatan terhadap tokoh, peristiwa, atau nilai tertentu.
Nama yang digunakan di daerah dapat berasal dari berbagai sumber. Misalnya, nama pahlawan tingkat nasional, regional, atau lokal.
Nama tokoh masyarakat yang berjasa dan telah meninggal dunia juga dapat digunakan. Selain itu, terdapat nama tokoh agama yang berjasa, flora, fauna, serta nama pulau-pulau di Indonesia.
Nama yang mencerminkan semangat nasionalisme, persatuan, kesatuan, dan kegotongroyongan juga dapat menjadi pilihan. Tentunya, nama yang ditetapkan perlu memperhatikan norma kesusilaan dan ketertiban umum.
Perubahan nama jalan juga dapat terjadi ketika suatu wilayah mengalami perubahan sosial dan politik. Dalam kondisi tertentu, nama jalan yang berkaitan dengan pemerintahan atau ideologi sebelumnya dapat diganti sebagai bagian dari pembentukan identitas baru.
Fenomena tersebut pernah terjadi di sejumlah negara setelah perubahan politik besar. Setelah runtuhnya komunisme, beberapa kota di Eropa Timur mengganti nama jalan yang sebelumnya berkaitan dengan pemerintahan atau ideologi lama.
Moskow tercatat mengganti sekitar 153 nama jalan, Bukares sekitar 288 nama jalan, Berlin Timur sekitar 80 nama jalan, dan Beograd sebanyak 192 nama jalan. Contoh tersebut menunjukkan bahwa perubahan nama jalan dapat menjadi bagian dari perubahan identitas ruang kota.
Karena itu, perubahan nama jalan terkadang menimbulkan perdebatan. Nama yang sudah digunakan dalam waktu lama dapat memiliki keterikatan dengan sejarah dan kehidupan masyarakat setempat.
Kenapa nama jalan bisa berubah? Pergantian nama dapat dipengaruhi oleh pertimbangan sejarah, identitas masyarakat, serta perubahan sosial dan politik.
Nama jalan dapat digunakan untuk mengenang tokoh atau peristiwa tertentu sekaligus mencerminkan nilai yang berkembang di suatu daerah.
Perubahan nama jalan bukan sekadar mengganti tulisan pada papan penunjuk, tetapi juga dapat berkaitan dengan identitas dan ingatan sebuah wilayah. (Rahma)
Baca juga: Kenapa Nama Jalan Sering Diambil dari Nama Tokoh? Ini Penjelasan Lengkapnya