Kenapa Pakaian Bisa Kusut Setelah Dicuci? Simak Tips Agar Tidak Mudah Kusut
Membagikan informasi dari berbagai topik.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kenapa pakaian bisa kusut setelah dicuci kerap terlihat ketika pakaian yang baru selesai dicuci justru tampak penuh lipatan. Kondisi tersebut dapat ditemukan pada penggunaan mesin cuci bukaan depan maupun bukaan atas.
Pakaian yang semula tampak rapi dapat berubah setelah melalui proses pencucian, sehingga kondisi ini kerap menimbulkan pertanyaan mengenai apa yang terjadi selama pakaian berada di dalam mesin.
Kenapa Pakaian Bisa Kusut Setelah Dicuci Apalagi dengan Mesin Cuci?
Kenapa pakaian bisa kusut setelah dicuci berkaitan dengan tekanan dan pergerakan yang dialami kain di dalam tabung mesin cuci. Pakaian yang terlalu banyak dimasukkan ke mesin cuci akan sulit bergerak dengan leluasa. Akibatnya, kain dapat saling bertumpuk dan tertekan sehingga lebih mudah kusut.
Kain dapat mengalami kerutan ketika terkena kelembapan, panas, tekanan, atau gerakan. Selama proses pencucian, pakaian akan mengalami berbagai kondisi tersebut sehingga bentuk serat dapat berubah. Jika serat tidak kembali ke posisi semula, bekas lipatan akan tetap terlihat setelah pakaian selesai dicuci.
Jenis bahan juga berpengaruh. Katun dan linen, misalnya, cenderung lebih mudah kusut, sedangkan wol dan poliester relatif mampu mempertahankan bentuk. Berikut beberapa tips yang dapat dilakukan agar pakaian tidak mudah kusut berdasarkan informasi support.zanussi.co.uk.
1. Jangan Memenuhi Tabung Mesin Cuci
Hindari memasukkan pakaian melebihi kapasitas mesin. Tabung yang terlalu penuh membuat pakaian tidak memiliki ruang yang cukup untuk bergerak selama pencucian. Ikuti kapasitas yang tercantum dalam buku panduan mesin dan sesuaikan jumlah pakaian dengan jenis bahannya.
2. Sesuaikan Kecepatan Putaran
Kecepatan putaran atau spin speed sebaiknya dipilih berdasarkan jenis dan jumlah pakaian. Putaran yang terlalu tinggi dapat membuat bahan tertentu lebih mudah kusut. Periksa label perawatan pakaian sebelum menentukan pengaturan putaran.
3. Gunakan Suhu Air yang Sesuai
Suhu air juga perlu disesuaikan dengan bahan pakaian. Pengaturan yang tepat dapat membantu menjaga kondisi kain sekaligus mengurangi risiko kerutan. Jangan menggunakan suhu yang tidak direkomendasikan pada label perawatan.
4. Pilih Program Pencucian yang Tepat
Setiap program mesin cuci mempunyai pengaturan gerakan, jumlah air, dan kecepatan putaran yang berbeda. Program untuk bahan katun, misalnya, dapat menggunakan gerakan lebih kuat dan putaran lebih tinggi sehingga berpotensi membuat pakaian lebih kusut.
Untuk pakaian yang mudah mengalami kerutan, pilih program pencucian yang lebih lembut agar tekanan terhadap kain dapat dikurangi.
5. Segera Keluarkan Pakaian
Setelah proses pemutaran selesai, jangan membiarkan pakaian terlalu lama berada di dalam tabung. Pakaian yang menumpuk dalam keadaan lembap dapat semakin kusut. Segera keluarkan, kibaskan, lalu jemur atau keringkan sesuai karakter bahannya.
Kenapa pakaian bisa kusut setelah dicuci? Kondisi tersebut dapat dipengaruhi oleh kelembapan, tekanan, panas, gerakan, jumlah pakaian dalam tabung, pengaturan putaran, suhu air, dan program pencucian.
Agar pakaian tidak mudah kusut, gunakan kapasitas mesin secara tepat, pilih putaran dan suhu yang sesuai, gunakan program yang lembut untuk bahan tertentu, serta segera keluarkan pakaian setelah pencucian selesai. (Rahma)
Baca juga: Kenapa Pakaian Bisa Menyusut Setelah Dicuci? Cek Perubahan Serat Kain di Sini