Kenapa Pintu Lift Tidak Boleh Ditahan? Ini Alasannya Secara Teknis
Membagikan informasi dari berbagai topik.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kenapa pintu lift tidak boleh ditahan? Pintu lift secara teknis digerakkan oleh door operator, suatu motor dan mekanisme penggerak fungsinya mengatur proses membuka dan menutup pintu secara otomatis.
Pada saat pintu lift diperintahkan menutup, maka motor memberikan gaya melalui mekanisme penggerak. Sistem ini juga memantau posisi pintu menggunakan sensor atau encoder dan perangkat pengaman.
Penjelasan Teknis Kenapa Pintu Lift Tidak Boleh Ditahan
Kenapa pintu lift tidak boleh ditahan? Berdasarkan keterangan dari www.ptcondo.com, pintu lift tidak boleh ditahan secara paksa karena sistem pintu lift bekerja sebagai satu rangkaian keselamatan yang saling terhubung.
Sehingga, menahan pintu dengan tangan, kaki, atau benda dapat membuat sistem door operator menganggap terjadi suatu gangguan dan akhirnya menghentikan lift.
Apabila seseorang menahan pintu secara fisik, sistem akan merasakan ada benda di depan pintu. Sistem juga segera mendeteksi bahwa gerakan pintu tidak sesuai dengan yang diperintahkan.
1. Sensor Pintu Dirancang untuk Mendeteksi Hambatan
Lift modern biasanya sudah memiliki sensor keselamatan seperti light curtain atau sensor pembuka kembali.
Apabila seseorang berdiri di antara pintu, sensor dapat mendeteksi keberadaan orang dan memberikan perintah agar pintu tidak segera menutup atau membuka kembali.
Namun ini berbeda dengan menahan pintu secara fisik. Misalnya sensor mendeteksi orang, jadi sistem memang dirancang untuk merespons dan hal ini relatif normal.
Sedangkan apabila pintu diperintahkan menutup, namun seseorang menarik atau menekan pintu agar tetap terbuka. Maka mekanisme pintu mendapat beban yang tidak seharusnya.
Itulah mengapa jika ingin memperpanjang waktu pintu terbuka, gunakan tombol “Door Open” yang disediakan di lift untuk tujuan tersebut, dan bukan tangan atau kaki.
2. Menahan Pintu dapat Membuat Sistem Masuk Mode Keselamatan
Kontroler lift selalu memonitor apakah proses membuka dan menutup pintu berjalan normal. Apabila pintu diperintahkan bergerak tetapi terlalu lama tidak mencapai posisi yang seharusnya, maka sistem dapat menganggap pintu mengalami gangguan.
Selain itu, sistem juga dapat mendeteksi sensor tidak bekerja normal, door lock belum mendapatkan posisi yang benar, motor/door operator mengalami masalah, bahkan ada sesuatu yang menghalangi mekanisme.
Dalam kondisi tertentu, kontroler juga dapat menjalankan prinsip “better safe than sorry”. Daripada menjalankan lift dengan kondisi pintu yang tidak dapat dipastikan aman, maka sistem akan memilih menghentikan operasi atau masuk kondisi fault/safety.
3. Memaksa Pintu adalah Hal yang Paling Berbahaya
Terdapat perbedaan besar antara menghalangi sensor dan memaksa mekanisme pintu.
Contoh yang relatif aman adalah masuk atau keluar melalui pintu secara normal, membiarkan sensor mendeteksi orang, dan menekan tombol Door Open.
Namun hak yang berisiko adalah menahan pintu dengan tangan atau kaki, menarik pintu ketika sistem sedang menutupnya, mendorong pintu agar tetap terbuka, dan menaruh barang atau benda di jalur pintu.
Kenapa pintu lift tidak boleh ditahan? Karena sistem door operator lift akan menganggap adanya sebuah gangguan yang menghentikan mekanismenya. Apabila butuh waktu tambahan agar pintu lift terbuka, sebaiknya gunakan tombol Door Open atau sesuai prosedur lift tersebut. (Aya)
Baca juga: Bagaimana File ZIP Bekerja? Ini Cara Kerjanya