Konten dari Pengguna

Kenapa Roti Bisa Mengembang Saat Dipanggang? Ini Penyebabnya

P

Pojok Informasi

Membagikan informasi dari berbagai topik.

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

ILustrasi Kenapa roti bisa mengembang saat dipanggang? . Foto: Unsplash/Charles Chen
zoom-in-whitePerbesar
ILustrasi Kenapa roti bisa mengembang saat dipanggang? . Foto: Unsplash/Charles Chen

Kenapa roti bisa mengembang saat dipanggang? Proses pembuatan roti tidak berhenti ketika adonan selesai diuleni. Setelah melalui tahap fermentasi, adonan kemudian dimasukkan ke dalam oven dan mengalami perubahan yang cukup signifikan.

Ukurannya menjadi lebih besar, bagian dalamnya terasa lebih ringan, sementara permukaannya perlahan berubah menjadi kecokelatan dan mengeras.

Perubahan tersebut membuat roti memiliki tekstur khas yang berbeda dari adonan mentah. Ada proses yang terjadi di dalam adonan ketika terkena panas, sehingga ukuran roti dapat bertambah sebelum akhirnya bentuknya menjadi lebih kokoh.

Kenapa Roti Bisa Mengembang Saat Dipanggang dalam Oven?

Ilustrasi ILustrasi Kenapa roti bisa mengembang saat dipanggang? . Foto: Unsplash. Foto: Unsplash/Tommaso Urli

Kenapa roti bisa mengembang saat dipanggang? Dikutip dari laman themakinglife.com, proses tersebut berkaitan dengan karbon dioksida yang dihasilkan ragi selama fermentasi.

Ragi memanfaatkan gula dalam adonan untuk menghasilkan energi sekaligus melepaskan gas karbon dioksida. Gas ini kemudian terperangkap dalam jaringan gluten yang terbentuk dari tepung dan air.

Ketika adonan masuk ke dalam oven, panas membuat gas tersebut mengembang sehingga gelembung udara di dalam adonan menjadi lebih besar dan menyebabkan volume roti meningkat.

Selain karbon dioksida, uap air juga berperan dalam membuat adonan mengembang selama pemanggangan. Ketika suhu oven meningkat, air yang terdapat dalam adonan berubah menjadi uap.

Uap tersebut memberikan tekanan dari dalam dan membantu memperbesar rongga-rongga yang sebelumnya sudah terbentuk selama proses fermentasi.

Jaringan gluten memiliki peran penting karena berfungsi menahan gas dan uap tersebut. Gluten yang cukup kuat membuat adonan mampu mempertahankan bentuknya ketika volume meningkat.

Karena itu, proses pengulenan dan fermentasi sangat berpengaruh terhadap hasil akhir roti. Jika struktur adonan terbentuk dengan baik, roti dapat mengembang dengan lebih optimal dan menghasilkan bagian dalam yang berpori.

Pengembangan roti kemudian berhenti ketika panas semakin tinggi. Ragi akhirnya berhenti bekerja karena tidak tahan terhadap suhu pemanggangan, sedangkan protein gluten dan pati mulai mengalami perubahan dan membentuk struktur yang lebih kokoh. Setelah struktur tersebut menetap, roti tidak lagi mengembang seperti pada tahap awal pemanggangan.

Kenapa roti bisa mengembang saat dipanggang? Karena gas karbon dioksida dari fermentasi ragi dan uap air di dalam adonan mengembang akibat panas. Keduanya ditahan oleh jaringan gluten hingga struktur roti mengeras dan mempertahankan bentuk akhirnya.(Arif)

Baca juga: Apakah Nasi Goreng Lebih Enak Menggunakan Nasi Kemarin? Ini Jawabannya