Kenapa Selotip Bisa Kehilangan Daya Rekat? Ini Penyebabnya
Membagikan informasi dari berbagai topik.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kenapa selotip bisa kehilangan daya rekat? Pertanyaan yang muncul ketika selotip yang mudah menempel tidak lagi kuat digunakan. Kondisi tersebut cukup umum terjadi, terutama pada selotip yang sudah lama disimpan.
Daya rekat selotip tidak hanya ditentukan oleh permukaan yang ditempel, tetapi juga oleh kondisi bahan perekat, cara penyimpanan, serta lingkungan di sekitarnya.
Seiring waktu, lapisan perekat dapat mengalami perubahan sehingga kemampuan untuk menempel semakin berkurang.
Kenapa Selotip Bisa Kehilangan Daya Rekat, Kondisi yang Umum Terjadi?
Kenapa selotip bisa kehilangan daya rekat? Dikutip dari laman sandsindustries.com.au, selotip menggunakan pressure-sensitive adhesive (PSA), yaitu bahan perekat yang dapat menempel ketika diberi tekanan ringan.
Perekat tersebut memiliki sifat cukup lunak sehingga dapat mengikuti permukaan benda dan membentuk ikatan. Namun, kemampuan ini dapat menurun akibat beberapa faktor.
Salah satu penyebabnya adalah paparan udara dan sinar ultraviolet (UV). Seiring waktu, oksidasi dapat mengubah struktur kimia perekat.
Sementara itu, paparan sinar UV dapat membuat perekat menjadi lebih keras dan rapuh sehingga tidak lagi memiliki kelengketan seperti sebelumnya. Karena itu, selotip yang sering terkena sinar matahari secara langsung cenderung lebih cepat mengalami penurunan kualitas.
Perubahan suhu dan kelembapan juga berpengaruh. Suhu yang terlalu panas dapat membuat bahan perekat menjadi terlalu lunak, sedangkan suhu dingin dapat membuatnya lebih kaku.
Kelembapan juga dapat melemahkan ikatan antara perekat dan permukaan, terutama jika air atau uap air masuk di antara kedua bagian tersebut.
Selain kondisi lingkungan, debu, minyak, dan kotoran pada permukaan benda dapat mengurangi daya rekat. Lapisan kotoran membuat perekat tidak dapat bersentuhan secara optimal dengan permukaan. Bahkan partikel kecil dapat menciptakan celah yang menyebabkan selotip lebih mudah terkelupas.
Faktor lainnya adalah usia selotip. Seiring penyimpanan, bahan tertentu dalam perekat yang berfungsi mempertahankan kelenturan dapat berpindah atau berkurang.
Akibatnya, perekat bisa menjadi kering, terlalu lunak, atau meninggalkan residu ketika dilepas. Kondisi inilah yang sering ditemukan pada gulungan selotip lama.
Kenapa selotip bisa kehilangan daya rekat? Agar lebih awet, selotip sebaiknya disimpan di tempat yang sejuk dan kering, terhindar dari sinar matahari langsung serta kelembapan. Permukaan yang akan ditempeli juga perlu dibersihkan terlebih dahulu agar tidak terdapat debu atau minyak yang mengganggu proses perekatan.(Yolan)
Baca juga: Kenapa Eskalator Mal Sering Ditempatkan Berdekatan? Ini Alasannya