Kenapa Sepeda Bisa Tetap Seimbang Saat Berjalan? Ini Penjelasan Ilmiahnya
Membagikan informasi dari berbagai topik.
ยทwaktu baca 3 menit
Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kenapa sepeda bisa tetap seimbang saat berjalan cukup menarik jika diperhatikan. Sepeda hanya memiliki dua roda yang berada pada satu garis, sehingga ketika dalam keadaan diam, kendaraan ini terlihat mudah kehilangan keseimbangan.
Namun, saat mulai melaju, sepeda justru dapat tetap bergerak dengan stabil. Kemampuan tersebut tidak lepas dari berbagai kondisi yang terjadi selama sepeda digunakan, baik ketika melaju lurus maupun saat mengubah arah.
Kenapa Sepeda Bisa Tetap Seimbang Saat Berjalan, Melaju?
Kenapa sepeda bisa tetap seimbang saat berjalan ternyata tidak dapat dijelaskan hanya dengan mengatakan bahwa roda yang berputar bekerja seperti giroskop.
Penelitian yang dipimpin Andy Ruina dari Cornell University bersama peneliti dari Belanda dan University of Wisconsin menunjukkan bahwa sepeda dapat dirancang tetap stabil meskipun efek giroskopis dan trail dibuat hampir tidak berperan.
Menurut penjelasan dari ezramagazine.cornell.edu, efek giroskopis pada roda dan trail selama ini sering dianggap sebagai faktor utama yang membuat sepeda tetap stabil ketika melaju.
Efek giroskopis muncul dari roda yang berputar, sedangkan trail berkaitan dengan posisi titik kontak roda depan terhadap permukaan jalan dan sumbu kemudi. Kedua faktor tersebut memang memiliki pengaruh terhadap kestabilan sepeda, tetapi ternyata bukan satu-satunya hal yang berperan.
Hal ini dibuktikan melalui penelitian dengan membuat sepeda khusus yang menggunakan dua roda kecil dan cakram yang berputar berlawanan arah. Susunan tersebut dirancang untuk mengurangi efek giroskopis.
Sementara itu, sumbu kemudinya dibuat dengan trail negatif. Meskipun dirancang dengan kondisi tersebut, sepeda tetap mampu melaju dan menjaga keseimbangannya setelah mendapatkan dorongan dengan kecepatan lebih dari sekitar 5 mil per jam atau 8 km/jam.
Saat sepeda mulai miring ke salah satu sisi, roda depan dapat ikut bergerak mengikuti arah kemiringan tersebut. Pergerakan ini membantu mengarahkan roda kembali ke bawah bagian utama sepeda sehingga kemiringan dapat dikurangi dan posisi sepeda kembali lebih stabil.
Pada sepeda yang digunakan sehari-hari, proses tersebut juga melibatkan gerakan pengendara melalui setang. Ketika sepeda mulai condong ke satu sisi, arah setang dapat disesuaikan untuk membantu mengembalikan posisi sepeda.
Dengan demikian, keseimbangan tidak hanya berkaitan dengan roda yang berputar, tetapi juga dengan hubungan antara kemiringan sepeda dan gerakan sistem kemudi.
Kenapa sepeda bisa tetap seimbang saat berjalan tidak dapat dijelaskan hanya melalui satu faktor. Efek giroskopis dan trail memang berkontribusi terhadap kestabilan, tetapi penelitian menunjukkan bahwa keduanya bukan syarat mutlak.
Posisi pusat massa, gerakan kemudi, geometri sepeda, serta distribusi berat juga ikut menentukan bagaimana sepeda mempertahankan keseimbangannya. Berbagai faktor tersebut bekerja secara bersamaan sehingga sepeda dapat tetap stabil ketika bergerak. (Rahma)
Baca juga: Kenapa Beberapa Jalur MRT Berada di Bawah Tanah? Ini Alasannya