Kenapa Soda Berbusa Saat Dibuka? Ini Penjelasan Ilmunya
Membagikan informasi dari berbagai topik.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kenapa soda berbusa saat dibuka? soda yang baru dibuka biasanya mengeluarkan suara mendesis, disusul gelembung yang naik ke permukaan.
Semakin lama botol atau kaleng tertutup, minuman tersebut dapat tetap menyimpan sensasi berkarbonasi yang membuatnya terasa menyegarkan ketika diminum.
Gelembung yang muncul ternyata bukan sekadar bagian dari minuman, tetapi berkaitan dengan gas yang tersimpan di dalam cairan dan perubahan tekanan ketika kemasan dibuka.
Kenapa Soda Berbusa Saat Dibuka Seperti Gas?
Kenapa soda berbusa saat dibuka? dikutip dari laman www.livescience.com, busa dan gelembung pada minuman bersoda berasal dari karbon dioksida (CO₂).
Dalam proses produksinya, gas tersebut dimasukkan ke dalam minuman dengan tekanan tinggi sehingga larut dalam cairan. Kondisi ini membuat soda mengandung CO₂ dalam jumlah lebih banyak dibandingkan keadaan normal.
Ketika botol atau kaleng masih tertutup, tekanan di dalam kemasan membantu mempertahankan karbon dioksida tetap berada dalam cairan.
Ruang kosong di bagian atas kemasan juga biasanya mengandung CO₂ dengan tekanan yang lebih tinggi daripada tekanan atmosfer. Kondisi tersebut membuat gas yang sudah larut tidak mudah keluar dari minuman.
Namun, keadaan berubah ketika tutup dibuka. Tekanan di dalam kemasan turun secara tiba-tiba sehingga karbon dioksida yang sebelumnya terlarut mulai keluar dari cairan.
Gas tersebut kemudian membentuk gelembung-gelembung kecil yang bergerak menuju permukaan. Pelepasan gas inilah yang menghasilkan suara mendesis sekaligus membuat soda tampak berbusa.
Proses tersebut berkaitan dengan Hukum Henry, yaitu prinsip dalam kimia fisik yang menjelaskan bahwa jumlah gas yang dapat larut dalam cairan dipengaruhi oleh tekanan gas di sekitarnya.
Ketika tekanan menurun setelah kemasan dibuka, kemampuan cairan untuk mempertahankan CO₂ juga berkurang. Akibatnya, sebagian gas keluar dari larutan dalam bentuk gelembung.
Suhu juga berpengaruh terhadap banyaknya gelembung. Karbon dioksida lebih mudah larut dalam minuman yang dingin. Karena itu, minuman bersoda biasanya disimpan dalam kondisi dingin agar karbonasi lebih terjaga.
Sebaliknya, ketika soda menghangat, gas lebih mudah keluar dari cairan dan minuman menjadi lebih cepat kehilangan sensasi berkarbonasi.
Soda juga dapat berbusa lebih banyak ketika dituangkan ke gelas. Gerakan saat menuangkan minuman membantu memperbesar kesempatan karbon dioksida keluar dari cairan. Permukaan dan titik-titik kecil pada wadah dapat menjadi tempat terbentuknya gelembung, sehingga busa lebih mudah muncul.(Yolan)
Baca juga: Bagaimana Popcorn Bisa Meletup? Cari Tahu di Sini