Konten dari Pengguna

Kenapa Tanda Pagar Disebut Hashtag? Ini Cerita di Baliknya

P

Pojok Informasi

Membagikan informasi dari berbagai topik.

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Kenapa Tanda Pagar Disebut Hashtag, Foto: Unsplash/Buddha Elemental 3D
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Kenapa Tanda Pagar Disebut Hashtag, Foto: Unsplash/Buddha Elemental 3D

Pertanyaan tentang kenapa tanda pagar disebut hashtag menarik untuk ditelusuri, karena istilah tersebut lahir dari perkembangan bahasa dan kebiasaan berkomunikasi di internet.

Bagi sebagian orang, simbol “#” mungkin hanya terlihat seperti tanda sederhana yang sering muncul di keyboard.

Namun, simbol tersebut ternyata memiliki peran penting dalam cara orang berkomunikasi di dunia digital, terutama ketika sebuah topik ingin dibuat lebih mudah ditemukan dan diikuti.

Kenapa Tanda Pagar Disebut Hashtag Terutama di Internet?

Ilustrasi Kenapa Tanda Pagar Disebut Hashtag, Foto: Unsplash/Buddha Elemental 3D

Kenapa tanda pagar disebut hashtag? Dikutip dari situs pixartprinting.com, dalam bahasa Italia, # dikenal dengan satu istilah yang agak ketinggalan zaman, tetapi dalam bahasa Inggris, simbol seperti kisi ini dikenal dengan banyak nama.

Simbol ini juga telah mengambil berbagai peran selama berabad-abad, pertama di dunia Anglo-Saxon dan kemudian secara global.

Di Inggris, simbol ini disebut sebagai simbol hash (berasal dari crosshatch), di Amerika sebagai tanda angka atau tanda pound, dan istilah teknisnya adalah octothorpe.

Tanda ini dilengkapi dengan sejumlah nama informal yang terinspirasi oleh penampilannya, seperti square, grid, fence, crunch, dan banyak lagi.

Chris Messina, yang diakui sebagai penemu hashtag modern, memberikan peran penting pada tanda #.

Sebagai pakar jejaring sosial dan interaksi digital, Messina mengusulkan agar Twitter mengadopsi hashtag untuk mengelompokkan, mengkategorikan, dan mengindeks diskusi menggunakan kata yang diawali dengan #.

Hashtag sebenarnya sudah ada di internet dalam Internet Relay Chat (IRC), di mana pengguna berkomunikasi di saluran yang diidentifikasi oleh hashtag yang menunjukkan topik. Di komunitas inilah istilah "hashtag" diciptakan.

Para pendiri Twitter awalnya menerima ide Messina dengan kurang antusias, menganggapnya terlalu "kutu buku".

Namun, tagar mulai mendapatkan daya tarik di Twitter. Pada tahun 2008, kampanye pemilihan Obama meluncurkan tagar #askobama.

Sebagai tanggapan, Twitter menerapkan fungsi hyperlink pada tagar pada tahun berikutnya, memungkinkan pencarian tweet yang berisi tagar tertentu.

Selama tiga tahun berikutnya, penggunaan tagar meledak di berbagai platform, termasuk YouTube, Tumblr, LinkedIn, Instagram, dan Facebook.

Hashtag merevolusi komunikasi, khususnya dalam pemasaran. Seperti simbol lainnya, contohnya tentang. Munculnya hashtag merevitalisasi tanda #, mengubahnya menjadi tanda yang sangat mudah dikenali dan bermakna.

Seperti halnya @, Messina memilih # karena statusnya yang sudah ada daripada menciptakan sesuatu yang baru, sehingga meningkatkan pemahaman dan peluang adopsinya.

Di dunia dengan teknologi yang berkembang pesat dan terus mengubah metode serta perilaku interaksi, sungguh menarik untuk merenungkan simbol-simbol keyboard lain yang sering diabaikan yang mungkin dapat menjadi hidup dan terintegrasi ke dalam kehidupan kita sehari-hari. (IF)

Baca juga: Kenapa Barcode Bisa Menyimpan Informasi? Begini Cara Kerja dan Prosesnya