Kenapa Transfer Bank Punya Biaya? Ternyata Ada Layanan yang Harus Dibayar
Membagikan informasi dari berbagai topik.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kenapa transfer bank punya biaya menjadi hal yang menarik untuk dipahami karena setiap transaksi sebenarnya melibatkan sejumlah proses di balik layar.
Pengiriman dana bukan sekadar memindahkan angka dari satu rekening ke rekening lainnya, melainkan membutuhkan sistem yang memastikan transaksi dapat diproses dengan tepat, aman, dan tercatat.
Selain itu, jenis transfer, jaringan yang digunakan, serta kebijakan masing-masing bank dapat membuat biaya yang dikenakan berbeda-beda.
Kenapa Transfer Bank Punya Biaya dalam Transaksinya?
Kenapa transfer bank punya biaya berkaitan dengan berbagai proses yang perlu dilakukan agar dana dapat berpindah dari satu rekening ke rekening lainnya.
Ketika transaksi dilakukan, terutama untuk pengiriman uang ke luar negeri, bank tidak hanya memproses nominal yang dikirim, tetapi juga menangani sejumlah kebutuhan operasional yang menyertainya.
Biaya tersebut dapat digunakan untuk menutupi pengeluaran seperti operasional staf, proses untuk memastikan transaksi tetap sesuai dengan peraturan yang berlaku, serta konversi mata uang.
Karena melibatkan lebih banyak tahapan, transaksi internasional dapat memiliki biaya yang berbeda dibandingkan transfer biasa.
Dikutip dari laman extravelmoney.com, pada pengiriman uang ke luar negeri melalui Skema Remitansi Liberalisasi (LRS) di India, misalnya, terdapat banyak dokumen yang perlu diproses.
Dalam mekanisme tersebut, bank menggunakan nilai tukar tetap yang disebut “nilai tukar kartu”. Nilai tukar ini ditetapkan setiap hari kerja sebelum pukul 10.00 dan berlaku hingga pukul 16.00.
Penggunaan nilai tukar tetap tersebut berkaitan dengan kondisi nilai mata uang yang dapat berubah sepanjang hari. Dengan demikian, nilai tukar yang terlihat pada pagi hari belum tentu sama dengan nilai yang berlaku pada siang hari.
Perubahan tersebut dapat menimbulkan perbedaan dalam perhitungan transaksi. Apabila nilai tukar yang baru lebih rendah, pengirim dapat memperkirakan jumlah yang diterima berdasarkan nilai tersebut sehingga berpotensi terjadi perselisihan.
Untuk menghindari kondisi tersebut sekaligus menjaga margin dari perubahan nilai tukar di pasar, bank menetapkan nilai tukar kartu yang berlaku dalam periode tertentu.
Selain itu, nilai tukar yang digunakan bank dapat mencakup markup nilai tukar. Besarannya biasanya sekitar 2–5 persen di atas nilai tukar antarbank. Margin tersebut memungkinkan bank memperoleh pendapatan dari transaksi yang dilakukan.
Oleh karena itu, nilai tukar yang diberikan bank dapat berbeda dengan nilai tukar antarbank yang terlihat melalui Google.
Perbedaan tersebut bukan hanya berasal dari perubahan nilai mata uang, tetapi juga berkaitan dengan markup yang telah dimasukkan ke dalam nilai tukar bank.
Dengan adanya berbagai komponen tersebut, biaya transfer dan hasil konversi dalam transaksi internasional dapat menjadi lebih tinggi dibandingkan perkiraan berdasarkan nilai tukar antarbank. (KIKI)
Baca juga: Asal Usul Angka Nol yang Jarang Diketahui Banyak Orang