Konten dari Pengguna

Kenapa Tukang Bakso Menggunakan Mangkuk Khas? Ini Alasannya

P

Pojok Informasi

Membagikan informasi dari berbagai topik.

ยทwaktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Kenapa Tukang Bakso Menggunakan Mangkuk Khas, Foto:Unsplash/Muhammad Arifin Nursalim
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Kenapa Tukang Bakso Menggunakan Mangkuk Khas, Foto:Unsplash/Muhammad Arifin Nursalim

Kenapa tukang bakso menggunakan mangkuk khas menjadi pertanyaan yang menarik karena mangkuk putih bergambar ayam jago merah dan hitam sudah begitu familiar dalam kehidupan sehari-hari.

Tidak hanya untuk menyajikan bakso, mangkuk serupa juga sering digunakan untuk mi ayam, bubur, dan makanan lain yang dijual pedagang kaki lima. Keberadaannya yang sudah lama membuat gambar ayam jago seolah menjadi bagian dari suasana kuliner Indonesia.

Kenapa Tukang Bakso Menggunakan Mangkuk Khas Seperti Gambar Ayam Jago Merah?

Ilustrasi Kenapa Tukang Bakso Menggunakan Mangkuk Khas, Foto:Unsplash/Getty Images

Kenapa tukang bakso menggunakan mangkuk khas tidak terlepas dari keberadaan mangkuk ayam jago yang sudah beredar luas di Indonesia sejak puluhan tahun lalu.

Berdasarkan artikel yang diunggah vice.com, mangkuk dengan desain tersebut mudah ditemukan di berbagai tempat dan sudah lama digunakan untuk menyajikan makanan, termasuk bakso.

Penggunaan yang berlangsung dari waktu ke waktu membuat mangkuk ini semakin lekat dengan aktivitas pedagang makanan. Belum ada catatan sejarah yang benar-benar lengkap mengenai kapan mangkuk ayam jago pertama kali masuk ke Indonesia.

Namun, desain serupa sudah lama dijumpai di berbagai daerah di Indonesia dan sejumlah negara Asia Tenggara. Ada pula keterangan yang menyebut bahwa mangkuk dengan desain tersebut memiliki hubungan dengan produk keramik dari China.

Penggunaan mangkuk ayam jago oleh pedagang bakso bukanlah kebiasaan yang baru muncul. Salah satu gambaran mengenai hal tersebut terlihat dari pengalaman Urip Siswasto, pedagang bakso di Jakarta Selatan.

Sebagian mangkuk yang digunakan untuk berjualan merupakan peninggalan ayahnya yang sudah berjualan bakso sejak 1963. Hal tersebut menunjukkan bahwa mangkuk dengan gambar ayam jago sudah digunakan dalam aktivitas berjualan makanan sejak beberapa dekade lalu.

Pada era 1990-an, mangkuk semacam ini juga disebut kerap menjadi hadiah ketika membeli produk bumbu atau penyedap makanan. Lamanya peredaran produk membuat mangkuk tersebut semakin dikenal dan digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

Sebagian mangkuk disebut sebagai produk tiruan dari China dengan merek atau logo berbeda. Harga produk tiruan juga lebih murah dibandingkan produk yang dianggap asli. Perbedaan dapat terlihat pada sejumlah detail gambar, seperti bentuk ayam, bunga, dan daun.

Kondisi tersebut menjadi semakin menarik karena masyarakat sudah sangat akrab dengan desain tersebut. Bagi sebagian pedagang dan pembeli, mangkuk ayam jago bukan sekadar wadah makanan, tetapi sudah menjadi bagian dari pengalaman menikmati makanan kaki lima.

Mangkuk ayam jago memiliki hubungan yang cukup kuat dengan budaya kuliner Indonesia. Penggunaan yang berlangsung lama membuat bentuk dan gambarnya mudah dikenali ketika menyajikan berbagai makanan, terutama makanan yang umum dijumpai di warung atau pedagang kaki lima.

Kenapa tukang bakso menggunakan mangkuk khas dapat dipahami dari sejarah panjang peredaran dan penggunaan mangkuk ayam jago di Indonesia.

Mangkuk tersebut telah digunakan selama puluhan tahun untuk berbagai makanan, termasuk bakso, sehingga keberadaannya menjadi bagian yang akrab dalam budaya kuliner masyarakat. (Rahma)

Baca juga: Kenapa Makanan Terasa Lebih Asin Dingin? Ini Alasannya