Konten dari Pengguna

Keras Hati adalah Apa? Ini Pengertian dan Maknanya

P

Pojok Informasi

Membagikan informasi dari berbagai topik.

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi keras hati adalah. Foto: Unsplash.com/Kelly Sikkema
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi keras hati adalah. Foto: Unsplash.com/Kelly Sikkema

Keras hati adalah apa? Pertanyaan tersebut berkaitan dengan kondisi batin yang dapat memengaruhi cara seseorang menjalani kehidupan sehari-hari.

Sikap, kebiasaan, dan cara merespons berbagai keadaan dapat berubah ketika kondisi batin tidak lagi terjaga dengan baik.

Keras Hati adalah Tidak Peka dan Sulit Menerima Nasihat

Ilustrasi keras hati adalah. Foto: Unsplash.com/Kelly Sikkema

Dikutip dari muslimplanner.com, keras hati adalah keadaan ketika hati menjadi kurang peka terhadap nasihat agama, ayat Al-Qur'an, serta pengingat untuk mendekat kepada Allah.

Kondisi tersebut bukan berarti hati secara fisik berubah menjadi keras, melainkan menggambarkan keadaan batin yang semakin sulit menerima kebaikan dan tersentuh oleh peringatan tentang dosa.

Al-Qur'an menyebut kondisi hati yang mengeras dalam Surah Al-Baqarah ayat 74. Ayat tersebut mengibaratkan hati yang keras seperti batu atau bahkan lebih keras, sekaligus mengingatkan bahwa Allah mengetahui segala perbuatan manusia.

Gambaran tersebut menunjukkan seriusnya kondisi ketika hati kehilangan kepekaan terhadap nasihat.

Salah satu tanda yang dapat diperhatikan adalah berkurangnya kekhusyukan ketika salat. Ibadah tetap dilakukan secara fisik, tetapi perhatian mudah teralihkan sehingga hubungan batin dengan Allah terasa semakin lemah.

Hal serupa dapat terjadi ketika membaca Al-Qur'an, yaitu ayat yang dibaca tidak lagi direnungkan atau tidak mendorong perubahan dalam perilaku.

Kepekaan terhadap dosa juga dapat mengalami perubahan. Kesalahan yang sebelumnya menimbulkan penyesalan perlahan dianggap biasa, terutama ketika seseorang terus mengulanginya tanpa segera bertobat.

Dalam hadis riwayat Tirmidzi nomor 3334 dijelaskan bahwa dosa dapat meninggalkan noda pada hati, sedangkan pertobatan dapat membersihkannya.

Kondisi tersebut juga dapat berkaitan dengan keterikatan yang berlebihan pada kehidupan dunia.

Perhatian yang terlalu tersita oleh harta, status, hiburan, atau kesenangan dapat membuat waktu untuk Al-Qur'an, zikir, salat, dan introspeksi diri semakin berkurang.

Kesibukan duniawi sendiri bukan penyebab tunggal, tetapi pola hidup yang terus menjauhkan diri dari ibadah dapat memengaruhi kepekaan spiritual.

Ada pula sikap batin seperti kesombongan, iri hati, dan merasa diri selalu benar yang dapat menghalangi seseorang menerima nasihat. Ketika kesalahan sulit diakui dan nasihat selalu ditolak, kesempatan untuk melakukan perbaikan diri juga semakin kecil.

Karena itu, menjaga kebersihan hati tidak hanya berkaitan dengan ibadah, tetapi juga dengan cara memperlakukan orang lain dan menyikapi kekurangan diri.

Hati yang mengalami kondisi tersebut masih dapat diarahkan kembali kepada kebaikan.

Pertobatan yang tulus, membaca serta merenungkan Al-Qur'an, memperbanyak zikir, menjaga salat, bersedekah, dan mengingat kematian termasuk langkah yang dapat membantu mendekatkan diri kepada Allah.

Konsistensi juga penting karena perubahan batin tidak selalu terjadi setelah satu kali melakukan ibadah.

Kebiasaan sederhana yang dilakukan secara teratur dapat membantu menumbuhkan kembali kepekaan spiritual dan membuat seseorang lebih peka terhadap kesalahan.

Memahami keras hati adalah apa dapat membantu mengenali perubahan dalam diri tanpa terburu-buru menghakimi keadaan batin sendiri.

Kesadaran tersebut dapat dilanjutkan dengan memperbaiki ibadah, memperbanyak istigfar, dan menjaga kebiasaan yang mendekatkan diri kepada Allah. (Shofia)

Baca Juga: Woman Support Woman Artinya Apa? Temukan Artinya di Sini