Kesenian Tradisional yang Hampir Punah dari Berbagai Daerah di Indonesia
Membagikan informasi dari berbagai topik.
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kesenian tradisional yang hampir punah menjadi bagian penting untuk diperhatikan, terutama ketika perkembangan teknologi dan perubahan gaya hidup berlangsung begitu cepat.
Padahal, setiap pertunjukan tradisional memiliki cerita perjalanan yang panjang dan berkaitan erat dengan kehidupan masyarakat di daerah asalnya.
Ketika kesenian semakin jarang dimainkan, bukan hanya bentuk pertunjukannya yang berisiko menghilang, tetapi juga kesempatan untuk mengenal kebiasaan dan warisan budaya yang menyertainya.
Kesenian Tradisional yang Hampir Punah dan Jarang Ditampilkan
Kesenian tradisional yang hampir punah menjadi bagian dari kekayaan budaya Indonesia yang perlu dikenal karena setiap daerah memiliki warisan dengan ciri khas tersendiri.
Di balik keberagaman tersebut, terdapat berbagai kesenian yang dahulu hidup dan berkembang di tengah masyarakat, tetapi kini mulai jarang ditampilkan.
Perubahan zaman, perkembangan teknologi, serta hadirnya hiburan dan musik modern membuat sebagian kesenian tradisional semakin kehilangan peminat.
Kondisi ini perlahan membuat sejumlah warisan budaya berada dalam keadaan yang mengkhawatirkan. Padahal, kesenian tersebut telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat di daerah asalnya sejak lama.
Beberapa di antaranya masih dapat ditemukan dalam acara tertentu, sedangkan lainnya hanya dikenal oleh sebagian masyarakat. Berikut beberapa kesenian tradisional Indonesia yang keberadaannya mulai terancam punah.
Berikut beberapa kesenian tradisional yang hampir punah yang dikutip dari laman rri.co.id:
1. Tari Merawai
Tari Merawai merupakan tari tradisional yang berasal dari Pulau Lipan, Kecamatan Selayar, Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau. Tarian ini biasanya dipertunjukkan sebagai hiburan untuk mengisi waktu senggang.
Namun, Tari Merawai kini hampir punah karena masyarakat sudah jarang menampilkannya setelah tergeser oleh teknologi dan musik modern.
2. Keni
Keni merupakan salah satu karya masyarakat dataran tinggi Gayo, Aceh, yang dibuat dari tanah liat. Keni telah dikenal masyarakat Gayo sejak zaman prasejarah, sebagaimana dibuktikan melalui penemuan peradaban manusia di tepi Danau Lut Tawar.
Dalam bahasa Gayo, keni berarti kendi atau gerabah. Saat ini, keberadaan keni sudah sangat jarang ditemukan.
3. Sisingaan
Sisingaan merupakan seni tradisional yang berasal dari Subang, Jawa Barat. Kesenian ini juga dikenal dengan sebutan Gotong Singa atau Odong-odong.
Kini, Sisingaan biasanya ditampilkan dalam acara khusus, seperti penyambutan tamu kehormatan, khitanan anak, dan peringatan hari-hari besar.
4. Tari Gandai
Tari Gandai merupakan warisan budaya Indonesia yang berasal dari Bengkulu. Tarian ini biasanya ditampilkan ketika berlangsung acara perkawinan. Bentuk pertunjukannya berupa tarian berpasangan yang diiringi alat musik bernama serunai.
5. Topeng Menor
Topeng Menor merupakan kesenian berbentuk tarian yang berasal dari Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. Ketika tampil, para penari menggunakan topeng berwarna putih yang dihiasi sejenis tali dan diikatkan pada dahi.
Topeng tersebut umumnya berbentuk wajah yang sedang tertawa.
6. Talempong Unggan
Talempong Unggan merupakan alat perkusi dari Sumatera Barat. Alat musik tradisional Minangkabau ini memiliki bentuk yang menyerupai bonang.
Dahulu, pertunjukan Talempong Unggan selalu menarik banyak penonton. Namun, saat ini pementasannya semakin berkurang dan peminatnya juga semakin sedikit.
7. Tari Reog
Tari Reog merupakan tari tradisional yang berasal dari Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur. Tarian ini dilakukan secara massal dengan tokoh lakon yang menampilkan struktur cerita dalam pertunjukannya.
Masyarakat Ponorogo dan sekitarnya biasanya mementaskan Tari Reog pada malam satu Suro dan malam bulan purnama.
Seiring perkembangan zaman, Tari Reog juga digunakan sebagai bentuk penghormatan kepada tamu besar sehingga tidak hanya ditampilkan dalam ritual adat.
8. Ngaguyah Hujan
Ngaguyah Hujan merupakan tarian dari Jawa Barat yang digunakan untuk memanggil hujan. Kesenian ini biasanya ditampilkan ketika berlangsung ritual memanggil hujan. Namun, saat ini hanya sedikit orang yang mengetahui tata cara menjalankan Ngaguyah Hujan.
9. Wayang Kulit
Wayang Kulit merupakan pertunjukan drama menggunakan boneka yang terbuat dari kulit dan berkembang di Jawa Tengah serta Jawa Timur.
Pertunjukan ini mencakup berbagai unsur seni, seperti seni peran, seni suara, seni musik, seni tutur, seni sastra, seni lukis, seni pahat, dan seni perlambang. Wayang Kulit umumnya dimainkan oleh satu dalang atau lebih yang bertugas membuat wayang seolah-olah berbicara.
10. Ronggeng Ketuk
Ronggeng Ketuk, yang disebut juga tarik tulis tilu, merupakan tarian tradisional dari Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Tarian ini umumnya dipertunjukkan dalam upacara adat desa, seperti Ngarot, bersih desa, dan mapag sri.
Pertunjukannya menghadirkan penari perempuan yang didampingi penari laki-laki. Selain itu, tarian ini diiringi instrumen tradisional berupa cemplon atau ketuk, rebab, kendhang sabet, tipung, suling, gong, dan kecrek. (KIKI)
Baca juga: Budaya Indonesia yang Mirip Negara Lain, Ada yang Serupa tetapi Tetap Berbeda