Konten dari Pengguna

Kezaliman adalah Apa? Ini Penjelasannya menurut Pandangan Islam

P

Pojok Informasi

Membagikan informasi dari berbagai topik.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi zaliman adalah Apa, Foto:Unsplash/Abdullah Faraz
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi zaliman adalah Apa, Foto:Unsplash/Abdullah Faraz

Dalam sudut pandang ajaran Islam, kezaliman adalah perbuatan atau tindakan tercela yang dilarang untuk dilakukan karena merugikan orang lain, melampaui batas, atau menempatkan sesuatu tidak pada tempatnya.

Namun, makna kezaliman tidak hanya terbatas pada perbuatan yang menyakiti sesama manusia secara lahiriah.

Kezaliman adalah Tindakan yang Bertentangan dengan Nilai Kebenaran

Ilustrasi zaliman adalah Apa, Foto:Unsplash/Dwi Asy Syafa'atul Ulyah

Dikutip dari laman mediacenter.palangkaraya.go.id, kezaliman adalah tindakan yang bertentangan dengan nilai keadilan dan kebenaran.

Dalam ajaran Islam karena mengandung unsur ketidakadilan, melampaui batas, serta menempatkan sesuatu tidak pada tempatnya, zalim merupakan perbuatan tercela yang dilarang.

Dalam kehidupan manusia, kezaliman dapat muncul dalam berbagai bentuk perilaku yang merugikan, baik terhadap Allah Swt, terhadap sesama manusia, maupun terhadap diri sendiri.

Oleh sebab itu, Islam memberikan perhatian besar terhadap persoalan ini agar setiap individu mampu menjaga sikap dan perbuatannya.

Bahkan dalam Alquran, kata yang berkaitan dengan kezaliman disebut ratusan kali, yang menunjukkan bahwa perilaku tersebut bukanlah perkara sepele dan harus dihindari dengan sungguh-sungguh.

Dalam bahasa Indonesia, kata “zalim” memiliki banyak makna yang menggambarkan sifat buruk, seperti kejam, bengis, kasar, jahat, tercela, atau tidak adil.

Ragam makna tersebut menunjukkan bahwa kezaliman dapat muncul dalam berbagai sikap dan tindakan yang merugikan.

Oleh karena itu, setiap muslim dianjurkan untuk selalu berhati-hati dalam perkataan maupun perbuatan agar tidak terjerumus dalam perilaku yang membawa mudarat dan dosa.

Dalam ajaran Islam, terdapat beberapa bentuk kezaliman yang perlu diwaspadai. Salah satu yang paling berat adalah kezaliman terhadap Allah Swt.

Kezaliman ini terjadi ketika seseorang mengingkari keberadaan Allah, mendustakan ajaran-Nya, atau menyekutukan-Nya dengan sesuatu yang lain.

Perbuatan tersebut termasuk dalam kategori syirik yang sangat dilarang. Dalam Alquran dijelaskan bahwa orang yang mengingkari Allah dan terus melakukan kezaliman tidak akan memperoleh ampunan serta tidak diberi petunjuk menuju jalan yang lurus.

Selain itu, terdapat pula kezaliman terhadap sesama manusia. Bentuknya sangat beragam, mulai dari mencela, memfitnah, menyakiti, berlaku kasar, hingga mengambil hak orang lain secara tidak sah.

Perilaku seperti ini tidak hanya merugikan orang yang dizalimi, tetapi juga menimbulkan dosa bagi pelakunya.

Dalam ajaran Islam dijelaskan bahwa setiap bentuk ketidakadilan terhadap orang lain harus diselesaikan dengan meminta maaf serta mengembalikan hak yang telah diambil.

Di samping itu, kezaliman juga dapat terjadi terhadap diri sendiri. Seseorang dapat menzalimi dirinya melalui perbuatan yang melanggar perintah dan larangan Allah Swt.

Mengabaikan kewajiban ibadah seperti salat, puasa, dan zakat merupakan contoh perbuatan yang merugikan diri sendiri. Tindakan tersebut pada akhirnya hanya akan membawa dampak buruk bagi kehidupan manusia, baik di dunia maupun di akhirat.

Dengan memahami pengertian dan bentuk-bentuk kezaliman, setiap muslim diharapkan mampu menjaga diri dari sikap yang merugikan. Kesadaran untuk menjauhi kezaliman menjadi langkah penting agar kehidupan berjalan selaras dengan nilai keadilan dan ajaran Islam.(DANI)

Baca juga: Essay adalah Apa? Ini Pengertian dan Ciri-Cirinya