Kisah Konggaaha, Cerita Rakyat dari Kolaka Sulawesi Tenggara
Membagikan informasi dari berbagai topik.
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sulawesi Tenggara memiliki banyak cerita rakyat yang menarik. Salah satunya adalah kisah Konggaaha yang bercerita tentang seekor burung raksasa yang suka merusak.
Seperti yang dijelaskan dalam laman penerbit.brin.go.id, seekor burung raksasa kerap mendatangi ladang. Memakan tanaman dan hewan, bahkan memangsa manusia.
Kisah Konggaaha tentang Burung Raksasa
Kisah Konggaaha berawal dari keresahan penduduk Unenapo akibat ulah seekor burung raksasa yang mengancam keselamatan warga di sana.
Toono motuo dan seorang wanita bernama Wasasi Mendengar cerita tersebut. Selanjutnya Wasasi menabuh gong sakti miliknya untuk memanggil para toono motuo dan menceritakan masalah tersebut.
Setelah berkumpul mereka semua segera pergi menemui Larumbalangi yang berada di bukit Kolumba.
Mereka bersama penduduk membuat jebakan bambu runcing yang ujungnya ditempeli racun dan di tancapkan melingkar di padang luas.
Di tengah lingkaran diletakkan umpan manusia dan seekor kerbau. Dikarenakan takut, tak ada yang mau menjadi umpan.
Akhirnya Larumbalangi mengadakan sayembara, jika ada yang bersedia sebagai umpan akan diangkat menjadi panglima perang.
Kemudian datang pemuda bernama Lasiarara yang siap menjadi umpan. Ia dan seekor kerbau lalu masuk kedalam lingkaran jebakan.
Beberapa saat kemudian muncullah burung Kongga. Larumbalangi memerintahkan penduduk agar memukul bunyi-bunyian untuk menarik perhatian burung tersebut.
Burung tersebut terbang dan menungkik ke arah Larumbalangi. Namun, sebelum sampai sayapnya sudah koyak sebab terkena bambu runcing yang ada di sekitar Larumbalangi.
Burung Kongga lalu terbang lagi dan menyerang Larumbalangi, iapun segera menancapkan bambu runcing ke jantung Kongga.
Lalu di bantu warga dan Larumbalangi juga menancapkan keris pada mata burung Kongga hingga ia menjauh dengan darah yang masih bercucuran.
Kongga lalu berputar-putar melewati beberapa daerah yaitu Pomala, Kolono Malili, Ulukalo, Wolasi, Asera, Lanowulu Amesiu dan Gunung Mendoke.
Burung itu kemudian jatuh di hulu sungai, kemudian mati di sana. Sungai tersebut dinamakan Sungai Lamekongga.
Demikian kisah Konggaaha, yang merupakan cerita rakyat dari Kolaka Provinsi Sulawesi Tenggara. Cerita rakyat tersebut memiliki pesan tentang keberanian dan juga menceritakan asal-usul nama sungai. (NOV)
Baca juga: Asal Usul Gunung Mekongga, Jejak Cerita Rakyat yang Penuh Makna