Konten dari Pengguna

Kisah La Onto-Ontolu dan Pesan Moralnya

P

Pojok Informasi

Membagikan informasi dari berbagai topik.

ยทwaktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Kisah La Onto-Ontolu, Foto:Unsplash/Kimberly Farmer
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Kisah La Onto-Ontolu, Foto:Unsplash/Kimberly Farmer

Kisah La Onto-Ontolu merupakan salah satu cerita rakyat yang mampu menarik perhatian karena menyimpan jejak budaya, nilai kehidupan, serta kekayaan tradisi lisan yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Di berbagai daerah di Indonesia, cerita rakyat bukan sekadar hiburan menjelang malam atau pengantar tidur, melainkan bagian penting dari identitas masyarakat yang mencerminkan cara pandang terhadap kehidupan.

Setiap kisah biasanya lahir dari pengalaman kolektif, kepercayaan, hingga kebiasaan yang berkembang dalam lingkungan tertentu, sehingga memiliki daya tarik yang tetap bertahan meskipun zaman terus berubah.

Kisah La Onto-Ontolu dari Buton, Sulawesi Tenggara

Ilustrasi Kisah La Onto-Ontolu, Foto:Unsplash/Rey Seven

Kisah La Onto-Ontolu merupakan salah satu cerita rakyat yang berasal dari Buton, Sulawesi Tenggara. Cerita ini telah diwariskan secara turun-temurun sebagai bagian dari kekayaan budaya daerah yang masih dikenang hingga sekarang.

Dikutip dari laman budaya-indonesia.org, di balik alur kisahnya yang menarik, legenda ini memperkenalkan sosok Sumantapura, seorang pangeran dari Kerajaan Bulan yang memilih turun ke bumi dengan cara yang tidak biasa.

Demi mewujudkan keinginannya, ia menyamar menjadi sebutir telur hingga akhirnya tiba di dunia manusia. Keunikan awal cerita tersebut menjadi ciri khas yang membuat Kisah La Onto-Ontolu mudah dikenali dan tetap hidup dalam ingatan masyarakat.

Perjalanan Sumantapura di bumi bermula ketika telur jelmaannya ditemukan oleh seorang nenek di pekarangan rumah. Merasa heran melihat ukuran telur yang tidak biasa, sang nenek memutuskan untuk membawa dan merawatnya dengan penuh perhatian.

Setelah beberapa waktu, telur itu menetas dan lahirlah seorang pemuda yang kemudian dikenal sebagai La Onto-Ontolu.

Nama Ontolu memiliki kaitan dengan kata telur dalam bahasa setempat, sehingga menjadi bagian penting dari identitas tokoh utama dalam cerita rakyat tersebut.

Seiring berjalannya waktu, La Onto-Ontolu tumbuh menjadi seorang pemuda yang tampan dan memiliki kepribadian yang baik.

Dalam perjalanan hidupnya, ia bertemu dengan putri bungsu dari tujuh bersaudara yang dikenal dengan nama Andi-Andi atau sering pula disebut sebagai Putri Bungsu.

Pertemuan itu berkembang menjadi kisah cinta yang membawa keduanya pada keinginan untuk membangun kehidupan bersama.

Hubungan mereka menjadi salah satu bagian penting dalam alur cerita karena menggambarkan kesetiaan serta ketulusan hati yang terus diuji oleh berbagai keadaan.

Meskipun demikian, perjalanan menuju pernikahan tidak berlangsung tanpa hambatan. Rasa iri yang muncul dalam diri kakak-kakak sang putri membuat mereka berusaha menggagalkan pernikahan tersebut.

Berbagai rintangan pun muncul sebagai ujian bagi La Onto-Ontolu dan Putri Bungsu. Namun, kisah ini menunjukkan bahwa setiap cobaan dapat dihadapi dengan keteguhan hati dan kesabaran.

Kisah La Onto-Ontolu tidak hanya dikenal sebagai legenda yang menarik untuk diceritakan kembali, tetapi juga sebagai cerita rakyat yang menyimpan pesan moral tentang ketulusan, kesetiaan, dan pentingnya menghadapi setiap ujian dengan hati yang teguh. (ARIF)

Baca juga: Kisah Tribhuwana Tunggadewi Sang Perempuan Maharani Kerajaan Majapahit