Konten dari Pengguna

Kisah Tribhuwana Tunggadewi Sang Perempuan Maharani Kerajaan Majapahit

P

Pojok Informasi

Membagikan informasi dari berbagai topik.

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi kisah Tribhuwana Tunggadewi, Foto: Pixabay/RuiMRC
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi kisah Tribhuwana Tunggadewi, Foto: Pixabay/RuiMRC

Kisah Tribhuwana Tunggadewi, perempuan pertama penguasa ketiga Kerajaan Majapahit. Tribhuwana Tunggadewi anak dari pasangan Raden Wijaya, pendiri Majapahit, dan Gayatri Rajapatni. Ia memimpin dari tahun 1328 hingga tahun 1350.

Dari garis keturunan sang ibu, Tribhuwana Tunggadewi merupakan cucu dari Kertanegara dan sebagai penguasa terakhir Kerajaan Singasari. Tribhuwana Tunggadewi juga memiliki dua saudara, adik kandung dan kakak tiri.

Kisah Tribhuwana Tunggadewi, Maharani Pertama Kerajaan Majapahit

Ilustrasi kisah Tribhuwana Tunggadewi, Foto: Pixabay/congerdesign

Dikutip dari situs journal.unj.ac.id, kisah Tribhuwana Tunggadewi dikisahkan di prasasti Genen II sejak tahun 1329 Masehi.

Sejak Tribhuwana Tunggadewi menjadi seorang ratu yang memimpin Kerajaan Majapahit, lalu muncul beberapa tokoh penjabat-penjabat perempuan yang juga memegang peranan penting. Dari 14 Kerajaan daerah di bawah penguasaan Kerajaan Majapahit juga dipimpin oleh perempuan.

Selain menjadi sebagai Ratu, Tribhuwana Tunggadewi juga menjadi salah satu dewan pertimbangan agung. Anggota dewannya itu disebut Bhatara Saptaprabhu, yang terdiri dari 7 orang.

Di masa pemerintahan Tribhuwana Tunggadewi inilah, Gajah Mada diangkat sebagai Patih. Dan bersama Gajah Mada, Tribhuwana Tunggadewi memimpin penumpasan pemberontakan Sadeng, dan memperluas wilayah kekuasaan Majapahit.

Alkisah ketika kakak tirinya Jayanegara masih hidup, Tribhuwana Tunggadewi dan adiknya Diyah Wiyat dilarang untuk menikah.

Jayanegara takut tahtanya terancam. Setelah Jayanegara tiada, beberapa pangeran yang datang dari berbagai daerah datang untuk melamar Tribhuwana Tunggadewi dan Diyah Wiyat, sehingga saat itu diadakan sayembara,

Lalu, Tribhuwana Tunggadewi dipersunting oleh Pangeran Cakradhara dan Kertawardhana, seorang bangsawan keturunan Raja Singasari, sementara Diyah Wiyat dipersunting oleh Pangeran Kudamerta.

Pernikahan antara Tribhuwana Tunggadewi dan Pangeran Cakradhara dikaruniai seorang anak laki-laki yang bernama Hayam Wuruk. Saat Tribhuwana Tunggadewi mundur dari Kerajaan Majapahit, yang lalu digantikan anaknya, Hayam Wuruk, dengan didampingi Gajah Mada sebagai Mahapatih.

Pemerintahan Tribhuwana Tunggadewi merupakan masa pemerintahan era yang sejahtera. Pemerintahan Tribhuwana Tunggadewi sempat menyelamatkan Kerajaan Majapahit dari masa krisis.

Demikian merupakan penjelasan kisah Tribhuwana Tunggadewi sebagai pemimpin ketiga Kerajaan Majapahit di Nusantara. (Sis)

Baca juga: Kisah Panji Asmoro Bangun dan Dewi Sekartaji