Kjokkenmoddinger: Arti Kata dan Fakta Unik
Membagikan informasi dari berbagai topik.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalam pembelajaran sejarah dan arkeologi, terdapat berbagai istilah yang digunakan untuk menjelaskan peninggalan kehidupan manusia pada masa lampau. Kjokkenmoddinger adalah salah satu istilah tersebut.
Istilah ini mungkin terdengar asing bagi sebagian orang. Kjokkenmoddinger berkaitan dengan peninggalan sejarah yang ditemukan di suatu tempat dan menjadi salah satu bukti kehidupan manusia pada masa praaksara.
Kjokkenmoddinger adalah Sampah Dapur Masa Prasejarah
Kjokkenmoddinger adalah salah satu peninggalan sejarah. Inilah fakta unik dan maknanya berdasarkan unggahan Instagram @kemenkebud.
Kjokkenmoddinger merupakan istilah yang digunakan dalam pembahasan kehidupan manusia pada masa prasejarah. Kata ini berasal dari bahasa Denmark, yaitu kjokken yang berarti dapur dan modding yang berarti sampah.
Dalam konteks arkeologi, kjokkenmoddinger merujuk pada timbunan sisa makanan, terutama cangkang kerang dan siput, yang menumpuk dalam waktu lama hingga membentuk bukit atau gundukan. Istilah ini juga sering diterjemahkan sebagai sampah dapur atau bukit kerang.
Kjokkenmoddinger menjadi salah satu bukti penting kehidupan masyarakat pada masa Mesolitikum di Indonesia. Museum Nasional Indonesia mencatat bahwa tumpukan cangkang kerang tersebut banyak ditemukan di sepanjang pantai timur Sumatera dan Aceh.
Beberapa di antaranya bahkan dapat mencapai ketinggian sekitar tujuh meter. Lingkungan pesisir menjadi tempat yang memungkinkan masyarakat memperoleh sumber makanan seperti ikan dan kerang dengan relatif mudah.
Cangkang yang telah digunakan kemudian dikumpulkan dan dibuang di tempat tertentu sehingga lama-kelamaan membentuk gundukan besar. Menariknya, kjokkenmoddinger bukan sekadar tumpukan sampah.
Temuan tersebut dapat memberikan gambaran mengenai pola kehidupan manusia pada masa lalu. Dari tumpukan ini, peneliti dapat mengetahui jenis makanan yang dikonsumsi dan mempelajari aktivitas masyarakat yang tinggal di sekitar wilayah pesisir.
Di sejumlah situs, selain cangkang kerang juga ditemukan berbagai peninggalan lain seperti alat batu, tulang binatang, serta peralatan aktivitas sehari-hari. Fakta unik lainnya adalah keberadaan kjokkenmoddinger juga berkaitan dengan kapak Sumatra atau pebble.
Penelitian pada 1925 oleh P. V. van Stein Callenfels menemukan jenis kapak genggam yang berbeda dari kapak genggam pada masa Paleolitikum. Temuan tersebut membantu memberikan gambaran mengenai perkembangan kebudayaan manusia masa Mesolitikum.
Kjokkenmoddinger adalah istilah yang berkaitan dengan tumpukan sisa makanan. Keberadaan kjokkenmoddinger tidak sekadar menunjukkan adanya sisa makanan, tetapi juga dapat memberikan informasi mengenai kebiasaan masyarakat pada masa lampau. (Fia)
Baca juga: Timbulan Sampah adalah Apa? Kenali Pengertian dan Contohnya