Komplementer adalah Apa? Ini Pengertian dan Contohnya dalam Kehidupan
Membagikan informasi dari berbagai topik.
ยทwaktu baca 3 menit
Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Komplementer adalah apa? Istilah ini merujuk pada sesuatu yang saling melengkapi sehingga membentuk kesatuan yang lebih utuh dan seimbang.
Dalam berbagai konteks, kata komplementer sering digunakan untuk menggambarkan hubungan antara dua hal atau lebih yang memiliki peran berbeda, tetapi justru saling mendukung satu sama lain.
Dengan kata lain, komplementer tidak selalu berarti sama atau identik, melainkan berbeda namun mampu bekerja bersama secara harmonis.
Komplementer adalah Barang yang Memiliki Hubungan
Dikutip dari laman bpika.uma.ac.id, mengungkapkan bahwa komplementer adalah barang yang memiliki hubungan saling melengkapi dengan barang lain sehingga manfaat atau nilai gunanya menjadi lebih optimal ketika digunakan secara bersamaan.
Dalam ilmu ekonomi, barang komplementer dipahami sebagai dua atau lebih barang yang fungsinya saling berkaitan. Jika salah satu barang tidak tersedia, maka fungsi atau kegunaan barang lainnya dapat berkurang.
Oleh karena itu, barang komplementer sering dianggap sebagai pasangan yang bekerja bersama untuk memenuhi suatu kebutuhan.
Keberadaan barang ini juga memengaruhi permintaan di pasar, karena ketika permintaan terhadap barang utama meningkat, permintaan terhadap barang pelengkap biasanya ikut bertambah.
Secara umum, barang berdasarkan hubungannya dibagi menjadi dua jenis, yaitu barang komplementer dan barang substitusi.
Barang substitusi merupakan barang yang dapat saling menggantikan, sedangkan barang komplementer justru berfungsi untuk saling melengkapi.
Fokus pembahasan ini adalah barang komplementer, yaitu barang yang memiliki keterkaitan fungsi dengan barang lain. Hubungan tersebut membuat nilai guna suatu barang akan lebih terasa ketika digunakan bersama dengan pasangannya.
Barang komplementer memiliki beberapa ciri utama, yaitu:
Pertama, barang ini biasanya digunakan secara berpasangan dengan barang lain. Contohnya adalah kopi dan gula. Kopi tetap dapat diminum tanpa gula, tetapi tambahan gula membuat rasanya lebih seimbang.
Kedua, nilai barang komplementer umumnya lebih kecil dibandingkan barang utama. Nilai guna barang pelengkap akan meningkat ketika digunakan bersama pasangannya.
Ketiga, fungsi barang komplementer menjadi lebih maksimal jika dipakai bersamaan dengan barang yang melengkapinya.
Selain itu, barang komplementer dapat dibagi menjadi dua jenis, yaitu komplementer lemah dan komplementer kuat.
Komplementer lemah adalah barang pelengkap yang keterikatannya tidak terlalu kuat, sehingga perubahan harga salah satu barang tidak selalu memengaruhi permintaan pasangannya.
Contohnya pancake dan maple syrup, karena pancake masih dapat dinikmati dengan berbagai topping lain.
Sementara itu, komplementer kuat memiliki hubungan yang sangat erat. Jika salah satu tidak tersedia, maka barang lainnya sulit digunakan secara maksimal.
Beberapa contoh barang komplementer yang sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari antara lain laptop dan charger, kompor dan gas, jam dan baterai, kendaraan bermotor dan bahan bakar, kartu jaringan dan telepon genggam, serta sikat gigi dan pasta gigi.
Pada setiap pasangan tersebut, fungsi dan manfaat akan terasa lebih lengkap ketika keduanya digunakan bersama. Hubungan saling melengkapi inilah yang menjadi inti dari konsep barang komplementer.(KIKI)
Baca juga: Macam-Macam Haji dan Perbedaannya