Konten dari Pengguna

Macam-Macam Haji dan Perbedaannya

P

Pojok Informasi

Membagikan informasi dari berbagai topik.

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Macam-Macam Haji, Foto:Unsplash/ekrem osmanoglu
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Macam-Macam Haji, Foto:Unsplash/ekrem osmanoglu

Macam-macam haji menjadi topik yang menarik untuk dibahas, terutama bagi yang sedang mempersiapkan diri menunaikan ibadah haji atau sekadar ingin menambah wawasan tentang salah satu rukun Islam ini.

Ibadah haji bukan sekadar perjalanan spiritual menuju Tanah Suci, tetapi juga rangkaian ibadah yang memiliki aturan dan tata cara tertentu.

Menariknya, dalam pelaksanaannya terdapat beberapa jenis haji yang masing-masing memiliki ketentuan, niat, serta urutan ibadah yang berbeda.

Macam-Macam Haji, Ibadah Bagi Umat Islam

Ilustrasi Macam-Macam Haji, Foto:Unsplash/Sam Riz

Macam-macam haji menjadi salah satu pembahasan penting dalam memahami pelaksanaan ibadah haji secara lebih menyeluruh.

Ibadah haji merupakan salah satu rukun Islam yang wajib ditunaikan oleh setiap Muslim yang telah memenuhi syarat kemampuan, baik dari segi fisik, mental, maupun finansial.

Pelaksanaannya bukan sekadar perjalanan menuju Tanah Suci, melainkan rangkaian ibadah yang sarat makna spiritual serta memiliki aturan yang jelas dalam syariat Islam.

Oleh karena itu, pemahaman mengenai tata cara pelaksanaan haji menjadi hal yang sangat penting. Dalam praktiknya, ibadah haji tidak hanya dilakukan dalam satu bentuk saja.

Terdapat beberapa jenis pelaksanaan yang disesuaikan dengan niat serta rangkaian ibadah yang dijalankan oleh jemaah.

Perbedaan tersebut bukanlah tanpa dasar, melainkan merujuk pada tuntunan yang telah dijelaskan dalam hadis Nabi Muhammad saw.

Dengan memahami perbedaan tersebut, pelaksanaan ibadah haji dapat dijalankan secara lebih terarah dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Perbedaan dalam pelaksanaan ibadah haji berkaitan dengan niat serta urutan ibadah yang dilakukan oleh jemaah. Hal ini dijelaskan dalam peristiwa haji wada’ yang diriwayatkan oleh Aisyah r.a.

Dalam riwayat tersebut disebutkan bahwa para sahabat berangkat bersama Rasulullah saw. dengan niat yang berbeda-beda.

Sebagian di antara mereka berniat melaksanakan umroh, sebagian lainnya berniat melaksanakan haji dan umroh sekaligus, sementara sebagian yang lain hanya berniat melaksanakan haji saja. Rasulullah saw. sendiri berihram untuk haji.

Dalam hadis tersebut juga dijelaskan bahwa orang yang berihram untuk umroh dapat melakukan tahalul setelah menyelesaikan ibadahnya.

Sementara itu, mereka yang berihram untuk haji saja atau yang menggabungkan antara haji dan umroh tidak melakukan tahalul hingga tiba hari Nahr, yaitu tanggal 10 Dzulhijjah.

Berdasarkan penjelasan tersebut, para ulama kemudian membagi pelaksanaan ibadah haji menjadi tiga jenis yang dikenal sebagai macam-macam haji yang sebagaimana dikutip dari laman bpkh.go.id:

1. Haji Ifrad

Haji ifrad merupakan bentuk pelaksanaan haji yang tergolong paling sederhana. Dalam pelaksanaan ini, jemaah hanya melaksanakan ibadah haji tanpa menggabungkannya dengan ibadah umroh. Seluruh rangkaian ibadah yang dilakukan difokuskan sepenuhnya pada ibadah haji.

Karena hanya menjalankan satu jenis ibadah, jemaah yang melaksanakan haji ifrad tidak diwajibkan membayar dam.

Kesederhanaan dalam pelaksanaannya menjadikan jenis haji ini dipilih oleh sebagian jemaah yang ingin menjalankan ibadah haji secara lebih ringkas tanpa adanya kewajiban tambahan.

2. Haji Qiran

Berbeda dengan haji ifrad, haji qiran merupakan bentuk pelaksanaan haji yang menggabungkan ibadah haji dan umroh dalam satu niat sekaligus.

Niat tersebut diucapkan ketika berada di miqat, kemudian jemaah menjalankan seluruh rangkaian ibadah tanpa keluar dari keadaan ihram hingga tiba waktu tahalul.

Setelah sampai di Mekkah, jemaah melakukan tawaf qudum sebagai tanda kedatangan di Tanah Suci. Selanjutnya, jemaah melaksanakan salat dua rakaat di belakang Maqam Ibrahim.

Setelah itu, dilanjutkan dengan sa’i antara Bukit Shafa dan Marwah yang dilakukan untuk umroh dan haji sekaligus dalam satu kali pelaksanaan.

Karena menggabungkan dua ibadah dalam satu rangkaian, jemaah yang melaksanakan haji qiran diwajibkan membayar dam pada tanggal 10 Dzulhijjah atau pada hari-hari tasyrik sebagai bentuk kompensasi.

3. Haji Tamattu’

Haji tamattu’ merupakan pelaksanaan haji yang diawali dengan ibadah umroh terlebih dahulu. Dalam praktiknya, jemaah mengambil ihram untuk melaksanakan umroh, kemudian setelah umroh selesai diperbolehkan melakukan tahalul.

Setelah menunggu hingga waktu pelaksanaan haji tiba, jemaah kembali mengambil ihram untuk melaksanakan ibadah haji.

Namun demikian, terdapat beberapa ketentuan yang harus dipenuhi, seperti bukan termasuk penduduk sekitar Masjidil Haram, melaksanakan umroh lebih dahulu sebelum haji, serta menjalankan umroh pada bulan-bulan haji.

Apabila seluruh syarat tersebut terpenuhi, maka jemaah yang melaksanakan haji tamattu’ diwajibkan membayar dam dengan menyembelih seekor kambing sebagai bentuk kompensasi.

Macam-macam haji pada dasarnya menunjukkan bahwa pelaksanaan ibadah haji memiliki beberapa pilihan yang disesuaikan dengan niat serta rangkaian ibadah yang dijalankan oleh jemaah.

Meskipun berbeda dalam tata pelaksanaannya, ketiga jenis haji tersebut tetap sah selama dilakukan sesuai dengan ketentuan syariat.

Dengan memahami macam-macam haji secara lebih jelas, pelaksanaan ibadah haji dapat dijalankan dengan lebih tertib, tenang, dan sesuai dengan tuntunan yang telah diajarkan dalam Islam.(KIKI)

Baca juga: Panduan Lengkap Niat Hadas Besar