Lapisan Bumi yang Paling Tebal adalah Apa? Ini Penjelasannya
Membagikan informasi dari berbagai topik.
ยทwaktu baca 3 menit
Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Lapisan bumi yang paling tebal adalah salah satu bagian dari struktur bumi yang menarik untuk dipahami, terutama karena permukaan tempat manusia berpijak ternyata hanya menempati bagian yang sangat kecil dari keseluruhan susunan planet ini.
Di bawah tanah yang terlihat kokoh, terdapat beberapa lapisan dengan karakteristik, komposisi, suhu, dan ketebalan yang berbeda.
Setiap lapisan memiliki peran tersendiri dalam membentuk kondisi bumi seperti yang dikenal saat ini.
Lapisan Bumi yang Paling Tebal adalah Mantel atau Selimut Bumi
Dikutip dari laman homework.study.com, lapisan bumi yang paling tebal adalah mantel bumi, yang juga disebut sebagai selimut bumi.
Lapisan ini memiliki ketebalan sekitar 2.900 kilometer dan menjadi bagian terbesar dalam struktur penyusun bumi. Mantel bumi berada di antara kerak bumi dan inti bumi.
Ukurannya yang sangat besar membuat lapisan ini menyusun sekitar 84 hingga 85 persen dari total volume bumi. Selain memiliki ketebalan yang jauh lebih besar dibandingkan lapisan lainnya, mantel bumi juga mempunyai karakteristik material yang khas.
Mantel bumi terutama tersusun dari batuan silikat yang kaya akan besi, magnesium, dan silika. Komposisi tersebut menjadi salah satu ciri utama dari lapisan ini.
Meskipun berada dalam kondisi suhu dan tekanan yang sangat tinggi, material penyusun mantel tidak sepenuhnya berbentuk cair. Mantel bumi memiliki sifat semi-padat atau kental (plastis) sehingga material di dalamnya dapat mengalir secara perlahan.
Pergerakan material tersebut berkaitan dengan kondisi suhu dan tekanan yang terdapat jauh di dalam bumi. Panas yang berada di dalam mantel menghasilkan arus konveksi yang bergerak secara perlahan.
Arus konveksi panas ini kemudian menjadi pendorong utama pergerakan lempeng tektonik yang berada di permukaan bumi.
Dengan karakteristik tersebut, mantel bumi menjadi salah satu bagian penting dalam struktur internal bumi. Ketebalannya mencapai sekitar 2.900 kilometer, sedangkan volumenya mencakup sebagian besar dari keseluruhan volume bumi.
Di samping itu, kandungan batuan silikat yang kaya akan besi, magnesium, dan silika turut menjadi ciri khas lapisan ini.
Sifat material mantel yang semi-padat atau plastis juga memungkinkan terjadinya aliran secara perlahan akibat suhu dan tekanan yang sangat tinggi. Kondisi tersebut berkaitan dengan munculnya arus konveksi panas di dalam mantel.
Selanjutnya, arus tersebut berperan sebagai pendorong utama pergerakan lempeng tektonik di permukaan bumi.
Jadi, lapisan bumi yang paling tebal adalah mantel bumi atau selimut bumi, dengan ketebalan sekitar 2.900 kilometer.
Lapisan ini menyusun sekitar 84 hingga 85 persen volume bumi dan memiliki material yang bersifat semi-padat atau plastis. Selain itu, arus konveksi panas di dalamnya menjadi pendorong utama pergerakan lempeng tektonik. (KIKI)
Baca juga: Water Soluble adalah: Definisi, Contoh, dan Aplikasinya dalam Dunia Nyata