Konten dari Pengguna

Larutan yang Menyebabkan Kertas Lakmus Biru Berubah Menjadi Merah

P

Pojok Informasi

Membagikan informasi dari berbagai topik.

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

ilustrasi kertas lakmus biru akan berubah menjadi merah bila dimasukkan ke dalam larutan. unsplash/Lusia Komala Widiastuti
zoom-in-whitePerbesar
ilustrasi kertas lakmus biru akan berubah menjadi merah bila dimasukkan ke dalam larutan. unsplash/Lusia Komala Widiastuti

Kertas lakmus biru akan berubah menjadi merah bila dimasukkan ke dalam larutan yang memiliki sifat tertentu. Kertas lakmus merupakan alat yang digunakan untuk mengetahui apakah suatu zat bersifat asam atau basa.

Ketika suatu zat dilarutkan dalam air, larutan yang terbentuk dapat menyebabkan kertas lakmus mengalami perubahan warna. Pengujian menggunakan kertas lakmus dapat dilakukan dengan mudah dan memberikan hasil secara cepat.

Kertas Lakmus Biru akan Berubah Menjadi Merah Bila Dimasukkan ke dalam Larutan Asam

ilustrasi kertas lakmus biru akan berubah menjadi merah bila dimasukkan ke dalam larutan. unsplash/Adam Bezer

Berdasarkan informasi sciencing.com, kertas lakmus biru akan berubah menjadi merah bila dimasukkan ke dalam larutan asam. Kertas lakmus biru memang digunakan untuk menguji larutan yang bersifat asam.

Perubahan warna tersebut terjadi ketika kertas lakmus bersentuhan dengan larutan asam sehingga dapat menjadi petunjuk mengenai sifat larutan yang sedang diuji. Asam dan basa dapat dibedakan berdasarkan ion yang dihasilkan ketika suatu zat berada dalam larutan air.

Asam merupakan senyawa yang menghasilkan ion hidrogen (H⁺) ketika dilarutkan dalam air, sedangkan basa menghasilkan ion hidroksida (OH⁻). Sebagai contoh, asam klorida (HCl) terurai dalam air dan membentuk ion hidronium (H₃O⁺) serta ion klorida (Cl⁻).

Sifat asam dan basa juga berkaitan dengan nilai pH. Skala pH berkisar dari 0 hingga 14. Air murni memiliki pH 7 dan bersifat netral.

Larutan dengan pH kurang dari 7 bersifat asam, sedangkan larutan dengan pH lebih dari 7 bersifat basa atau alkali. Air lemon dan asam lambung memiliki pH sekitar 2, sedangkan kopi memiliki pH sekitar 5.

Kertas lakmus merupakan salah satu jenis indikator asam-basa yang mengandung zat pewarna dari lumut kerak atau lichen. Selain kertas lakmus biru, terdapat kertas lakmus merah dan lakmus netral.

Kertas lakmus merah digunakan untuk mendeteksi larutan basa dan akan berubah menjadi kebiruan ketika terkena larutan basa. Sementara itu, kertas lakmus netral yang berwarna ungu dapat berubah menjadi merah atau biru sesuai dengan sifat larutan.

Pengujian dapat dilakukan dengan mencelupkan sepotong kertas lakmus ke dalam larutan. Cara lainnya adalah menggunakan pipet tetes untuk meneteskan sedikit larutan pada permukaan kertas.

Kertas lakmus biru dapat menunjukkan adanya asam dengan pH sekitar 4-5 atau lebih rendah. Sebaliknya, kertas lakmus merah dapat menunjukkan adanya basa dengan pH lebih dari 8.

Kertas lakmus biru akan berubah menjadi merah bila dimasukkan ke dalam larutan asam. Perubahan warna tersebut dapat digunakan sebagai petunjuk untuk mengetahui sifat suatu larutan, meskipun pengujian menggunakan kertas lakmus tidak dapat menunjukkan tingkat keasaman secara pasti. (Rahma)

Baca juga: Mengapa Es Bisa Membuat Uap Air Berubah Wujud Menjadi Cair? Ini Penjelasannya