Konten dari Pengguna

Mengapa Es Bisa Membuat Uap Air Berubah Wujud Menjadi Cair? Ini Penjelasannya

P

Pojok Informasi

Membagikan informasi dari berbagai topik.

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Mengapa Es Bisa Membuat Uap Air Berubah Wujud Menjadi Cair, Foto:Unsplash/David Becker
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Mengapa Es Bisa Membuat Uap Air Berubah Wujud Menjadi Cair, Foto:Unsplash/David Becker

Mengapa es bisa membuat uap air berubah wujud menjadi cair?Pertanyaan tersebut berkaitan dengan sifat air dan kondisi suhu di lingkungan sekitar.

Udara yang berada di dekat permukaan dingin dapat mengalami perubahan ketika bersentuhan dengan benda yang suhunya jauh lebih rendah.

Alasan Mengapa Es Bisa Membuat Uap Air Berubah Wujud Menjadi Cair?

Ilustrasi Mengapa Es Bisa Membuat Uap Air Berubah Wujud Menjadi Cair, Foto:Unsplash/Matt Hardy

Mengapa es bisa membuat uap air berubah wujud menjadi cair? Pertanyaan tersebut dapat dijelaskan melalui perubahan suhu yang terjadi di sekitar es.

Dikutip dari laman acs.org, ketika es berada di dalam sebuah gelas, suhu dinginnya membuat udara atau uap air di sekitarnya mengalami penurunan suhu.

Kondisi ini kemudian menyebabkan uap air yang sebelumnya berbentuk gas berubah menjadi titik-titik air dalam bentuk cair.

Peristiwa tersebut dapat diamati dengan mudah ketika permukaan luar gelas berisi es batu menjadi basah setelah beberapa saat.

Air yang muncul di bagian luar gelas bukan berasal dari es yang menembus dinding gelas, melainkan dari uap air yang terdapat di udara sekitar.

Proses perubahan uap air menjadi cair disebut kondensasi atau mengembun. Perubahan ini terjadi ketika uap air mengalami penurunan suhu sehingga kehilangan panas. Akibatnya, gerakan partikel-partikel gas pada uap air menjadi lebih lambat.

Seiring dengan kondisi tersebut, partikel-partikel uap air yang sebelumnya bergerak bebas mulai saling mendekat.

Ketika suhu terus menurun, partikel-partikel tersebut kemudian berkumpul dan membentuk titik-titik air. Dengan demikian, uap air yang sebelumnya berada dalam bentuk gas berubah menjadi air dalam bentuk cair.

Proses tersebut berlangsung karena adanya pengaruh suhu dingin dari benda yang berada di dekatnya, yaitu es batu.

1. Penurunan Suhu

Es memiliki suhu yang rendah sehingga dapat menyerap panas dari udara atau uap air yang berada di sekitarnya.

Ketika panas dari lingkungan diserap oleh es, suhu udara dan uap air di sekitar permukaannya ikut mengalami penurunan. Perubahan suhu tersebut menjadi bagian penting dalam proses terbentuknya titik-titik air.

2. Pengurangan Energi

Seiring dengan turunnya suhu, uap air kehilangan panas sehingga energi yang dimilikinya berkurang. Akibatnya, gerakan partikel gas pada uap air menjadi lebih lambat.

Partikel yang sebelumnya bergerak bebas kemudian mulai berada dalam jarak yang lebih dekat satu sama lain.

3. Pembentukan Titik Air

Partikel-partikel uap air yang semakin dekat akhirnya saling mengelompok dan membentuk air dalam bentuk cair. Titik-titik air tersebut kemudian dapat terlihat pada permukaan benda yang memiliki suhu lebih rendah, seperti bagian luar gelas yang berisi es batu.

Fenomena ini menunjukkan adanya perubahan wujud dari gas atau uap air menjadi cair. Dalam ilmu pengetahuan, proses tersebut dikenal sebagai kondensasi atau mengembun.

Salah satu contoh yang paling mudah diamati adalah permukaan gelas berisi es batu yang menjadi basah setelah beberapa waktu. Titik-titik air yang muncul berasal dari uap air di udara yang mengalami perubahan wujud akibat suhu dingin di sekitar es. (ARIF)

Baca juga: Stilistika adalah Apa? Ini Pengertian dan Ruang Lingkupnya