Latar Belakang Perlawanan Demak Melakukan Perlawanan Terhadap Portugis
Membagikan informasi dari berbagai topik.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Latar belakang perlawanan Demak melakukan perlawanan terhadap Portugis adalah bagian dari sejarah Nusantara yang tak boleh terlupakan. Perlawanan tersebut menjadi bagian penting dari sejarah perjuangan kerajaan-kerajaan Islam di Nusantara.
Perlawanan Demak tersebut digalakkan dalam mempertahankan wilayah kekuasaan dan kepentingan perdagangan. Hal ini adalah perjuangan yang pernah terjadi di atas bumi pertiwi.
Kebijakan Monopoli: Latar Belakang Perlawanan Demak Melakukan Perlawanan Terhadap Portugis
Latar belakang perlawanan Demak melakukan perlawanan terhadap Portugis adalah mempertahankan kepentingan politik dan perdagangan di kala itu.
Dikutip dari repositori.kemendikdasmen.go.id, salah satu peristiwa yang tak terlupakan di masa itu adalah penyerangan terhadap Portugis di Sunda Kelapa pada tahun 1527 yang dipimpin oleh Fatahillah.
Perlawanan tersebut dilatarbelakangi oleh upaya Portugis dalam memperluas pengaruhnya di wilayah pesisir barat Pulau Jawa, serta rencana kerja sama dengan Kerajaan Pajajaran.
Pada saat itu, Portugis berusaha memperkuat kedudukannya di Nusantara setelah berhasil menguasai Malaka pada tahun 1511.
Penguasaan Malaka akhirnya memberikan keuntungan besar bagi Portugis karena wilayah tersebut merupakan pusat perdagangan penting di Asia Tenggara.
Selanjutnya, Portugis berusaha memperluas pengaruhnya ke berbagai pelabuhan strategis, termasuk Sunda Kelapa yang berada di bawah kekuasaan Pajajaran.
Pelabuhan itu memiliki posisi yang sangat penting karena menjadi salah satu pusat perdagangan. Pelabuhan itulah yang menghubungkan wilayah Jawa dengan pedagang dari berbagai daerah.
Rencana kerja sama antara Portugis dan Pajajaran menjadi salah satu alasan utama Kesultanan Demak melakukan perlawanan. Hal itu karena kerja sama tersebut berpotensi memperkuat kedudukan Portugis di Jawa bagian barat dan menghambat perluasan pengaruh Demak.
Selain itu, kehadiran Portugis juga dipandang sebagai ancaman terhadap kepentingan politik, perdagangan, dan penyebaran Islam yang berkembang di wilayah pesisir tanah Jawa.
Untuk menggagalkan rencana tersebut, Sultan Trenggono dari Demak mengirim Fatahillah untuk memimpin pasukan menyerang Portugis di wilayah Sunda Kelapa.
Kemudian pada tahun 1527, pasukan Fatahillah berhasil mengalahkan Portugis dan mengusir mereka dari wilayah tersebut. Kemenangan ini menjadi keberhasilan bagi Demak dalam membendung pengaruh Portugis di pesisir barat Pulau Jawa.
Setelah kemenangan tersebut, nama Sunda Kelapa diubah menjadi Jayakarta pada 22 Juni 1527. Nama Jayakarta dimaknai sebagai kemenangan atau kejayaan yang telah diraih melalui perjuangan.
Peristiwa tersebut kemudian dikenang sebagai salah satu tonggak sejarah Jakarta. Sebagai penghargaan atas keberhasilan itu, Fatahillah dipercaya oleh Sultan Trenggono untuk memerintah di Banten dan Jayakarta sebagai wakil Kesultanan Demak.
Dengan demikian, latar belakang perlawanan Demak melakukan perlawanan terhadap Portugis adalah upaya mempertahankan kepentingan politik dan perdagangan, terutama mencegah semakin kuatnya pengaruh bangsa Eropa di tanah Nusantara. (Aya)
Baca juga: Kriteria Budaya Berorientasi Pelayanan dalam Pekerjaan