Legenda Asal Usul Sungai Batanghari yang Populer di Sumatera
Membagikan informasi dari berbagai topik.
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ada beberapa versi legenda asal usul Sungai Batanghari yang memperkaya keberagaman. Dua di antaranya yakni versi Adityawarman serta legenda calon raja dan kepetangan hari.
Versi legenda yang ada adalah bukti kayanya budaya bangsa, bukan untuk dijadikan sebagai bahan perdebatan yang dapat memecah belah persatuan dan kesatuan.
Legenda Asal Usul Sungai Batanghari yang Populer
Mengutip laman portalbpsdm.jambiprov.go.id, legenda asal usul Sungai Batanghari yang paling populer ada kaitannya dengan Raja Adityawarman, yaitu pemimpin kerajaan Dharmasraya di abad ke-14.
Raja Adityawarman dikenal memiliki kesaktian tinggi. Berbekal kesakitan itu, sang raja bisa mengatur aliran sungai Batanghari sesuai keinginannya.
Ia mampu membuat alirannya menjadi deras atau pelan dengan sangat mudah.
Bagi sang raja, sungai Batanghari bukan sekedar simbol kekuasaan politik semata, tetapi juga sumber kekayaan yang tak ternilai harganya.
Bagaimana tidak, konon sungai tersebut menyimpan banyak emas dalam sedimentasinya.
Itulah yang menjadi salah satu dasar penamaan sungai tersebut. Batanghari bisa dimaknai dengan sungai yang mengalir setiap hari.
Di dalamnya mengandung harapan agar aliran sungainya terus deras dan tidak pernah surut.
Selain itu, Raja Adityawarman juga berharap agar Sungai Batanghari bisa membawa kemakmuran bagi kerajaan karena tingginya kandungan emasnya.
Beralih ke legenda Sungai Batanghari lainnya, diceritakan bahwa dahulu kala ada sekelompok tetua adat yang berlayar menyusuri sungai.
Setelah menempuh perjalanan panjang, akhirnya mereka berhenti di muara yang sangat luas.
Terpesona akan keindahan tempat yang disinggahinya, salah seorang dari mereka yang disebut Batin Duo Belas memberanikan diri bertanya kepada calon raja yang kebetulan sedang ada di sana.
Calon raja tersebut menjelaskan bahwa tempat yang mereka singgahi bernama muaro Kepetangan Hari. Jawaban itu merujuk pada kondisi waktu itu karena memang sudah malam dengan kondisi gelap gulita.
Menyesuaikan dengan karakter bahasa masyarakat sekitar, mereka tidak lagi menamainya dengan sungai Kepetangan Hari, melainkan diganti dengan sungai Batang Hari.
Itulah dua versi legenda asal usul Sungai Batanghari yang menarik untuk diulik karena berkaitan dengan cerita nenek moyang orang Sumatera. (NOV)
Baca juga: Legenda Sungai Musi yang Populer di Kalangan Masyarakat