Konten dari Pengguna

Legenda Sungai Musi yang Populer di Kalangan Masyarakat

P

Pojok Informasi

Membagikan informasi dari berbagai topik.

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi legenda Sungai Musi.Foto: Amran Alie / Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi legenda Sungai Musi.Foto: Amran Alie / Unsplash

Selain menjadi bagian dari sejarah peradaban, legenda Sungai Musi juga menarik untuk diketahui karena berkaitan dengan kisah asal-usul nama Sungai Musi yang berkembang di tengah masyarakat.

Menurut buku Cerita Rakyat dari Sumatra Selatan, B.Yass, (1993: 1), Sungai Musi merupakan sungai terbesar dan terpanjang di Sumatra Selatan. Hulunya berada di daerah Provinsi Bengkulu.

Legenda Sungai Musi yang Terkait Erat dengan Masa Lampau

Ilustrasi legenda Sungai Musi.Foto: Motomoto sc / Unsplash

Legenda Sungai Musi tidak hanya berkaitan dengan nama sungai, tetapi juga berhubungan dengan kondisi wilayah dan aktivitas masyarakat pada masa lampau.

Berikut adalah beberapa bagian penting dari kisah Sungai Musi yang melegenda tersebut:

1. Kedatangan Kapitan dari Tiongkok

Menurut legenda yang berkembang, sekitar abad ke-7 Masehi, seorang Kapitan yang memimpin kelompok lanun dari Tiongkok berlayar menuju Selat Bangka.

Mereka menggunakan tiga perahu layar besar dan kemudian menemukan muara sungai yang lebar dengan banyak perahu serta tongkang.

2. Menjelajahi Wilayah Hulu Sungai

Setelah melihat aktivitas perdagangan di sekitar muara, Kapitan dan anak buahnya memutuskan menjelajahi wilayah hulu.

Mereka mencapai dataran rendah Gunung Dempo dan daerah Muara Enim. Di sana, mereka melihat tanah yang subur, rempah-rempah, serta batu bara yang muncul ke permukaan.

3. Munculnya Nama Mu Ci

Setelah kembali dari perjalanan, sang Kapitan memberikan nama Mu Ci untuk wilayah tersebut.

Menurut legenda dalam sumber tersebut, istilah Mu Ci berasal dari bahasa Tionghoa kuno yang berarti Dewi Ayam Betina, sosok yang dipercaya membawa keberuntungan.

4. Mu Ci Berubah Menjadi Musi

Seiring berjalannya waktu, penyebutan Mu Ci mengalami perubahan dari masyarakat ke masyarakat hingga akhirnya dikenal sebagai Musi.

Sumber tersebut juga menyebutkan adanya versi lain yang mengaitkan nama Musi dengan istilah Sanskerta “Maha-Sona” yang berarti sungai emas.

5. Menjadi Bagian dari Sejarah Sumatera Selatan

Sungai Musi kemudian memiliki peranan besar dalam perkembangan wilayah Palembang Sumatera Selatan.

Pada masa Sriwijaya, sungai ini menjadi jalur perdagangan dan transportasi yang menghubungkan wilayah pedalaman dengan dunia luar.

Itulah legenda Sungai Musi yang berkaitan dengan kisah Mu Ci dan asal-usul penamaan sungai tersebut.

Cerita ini turut memperkenalkan hubungan antara Sungai Musi, kekayaan alam, aktivitas perdagangan, dan perkembangan peradaban di Sumatera Selatan. (NOV)

Baca juga: Mengapa Kerajaan Sriwijaya Menjadi Pusat Perdagangan? Ini Jawabannya