Legenda Batu Kuwung dan Pesan Moral yang Bisa Diambil
Membagikan informasi dari berbagai topik.
ยทwaktu baca 3 menit
Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Indonesia memiliki beragam cerita rakyat yang diwariskan dari generasi ke generasi sebagai bagian dari kekayaan budaya bangsa. Salah satunya adalah Legenda Batu Kuwung, suatu kisah yang berasal dari Provinsi Banten.
Cerita ini tidak hanya menjelaskan asal-usul suatu tempat yang dikenal hingga sekarang. Namun juga mengandung berbagai nilai kehidupan yang masih relevan untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Legenda Batu Kuwung: Kesombongan dan Kekikiran Membawa Bencana
Legenda Batu Kuwung berasal dari Provinsi Banten, tepatnya dari kawasan Padarincang, Kabupaten Serang. Cerita ini memiliki pesan moral yang dapat diterapkan pada kehidupan.
Inilah legenda Batu Kuwung dan pesan moral yang bisa diambil berdasarkan situs web bintangpusnas.perpusnas.go.id
Cerita ini mengisahkan asal usul munculnya batu cekung yang memancarkan air panas alami. Dahulu kala, hiduplah seorang saudagar yang sangat kaya.
Kekayaannya membuat ia menjadi pribadi yang sombong, kikir, dan tidak peduli terhadap penderitaan orang lain. Penduduk di sekitarnya pun tidak menyukai sikapnya, tetapi saudagar itu tidak pernah menghiraukan penilaian mereka.
Suatu hari, seorang pengemis datang meminta sedikit makanan karena sudah lama tidak makan. Bukannya menolong, saudagar justru mengusir dan menghina pengemis tersebut dengan kata-kata kasar.
Sebelum pergi, pengemis itu memperingatkan bahwa kesombongan dan kekikiran saudagar suatu saat akan mendapatkan balasan. Beberapa hari kemudian, saudagar terbangun dan mendapati kedua kakinya tidak dapat digerakkan.
Ia segera memanggil tabib-tabib terbaik untuk mengobatinya, tetapi tidak seorang pun berhasil menyembuhkan penyakitnya. Karena putus asa, saudagar hanya bisa menangis dan akhirnya tertidur.
Dalam mimpinya, ia bertemu kembali dengan pengemis yang pernah diusirnya. Pengemis itu menjelaskan bahwa penderitaan yang dialaminya merupakan akibat dari sifat buruk yang selama ini dimilikinya.
Saudagar kemudian memohon maaf dan meminta petunjuk agar dapat sembuh. Pengemis itu memaafkannya dan menyarankan agar ia mengubah perilaku, membagikan sebagian harta kepada orang membutuhkan, dan bertapa di atas batu cekung selama tujuh hari.
Dengan bantuan para pelayannya, saudagar tersebut melaksanakan semua nasihat tersebut. Selama tujuh hari ia bermeditasi di atas batu cekung. Pada hari terakhir, keajaiban terjadi.
Dari tengah batu itu memancar sumber air panas. Saudagar segera mandi di air tersebut, dan kedua kakinya pun kembali sehat seperti sediakala. Sejak saat itu, saudagar berubah menjadi pribadi yang dermawan.
Ia membagikan sebagian besar hartanya kepada masyarakat miskin dan tidak lagi bersikap angkuh. Batu cekung yang mengeluarkan air panas tersebut kemudian dikenal sebagai Batu Kuwung dan dipercaya memiliki khasiat bagi kesehatan.
Legenda Batu Kuwung mengajarkan bahwa kesombongan dan kekikiran hanya akan membawa penderitaan bagi diri sendiri maupun orang lain. Sebaliknya, kerendahan hati, dan kepedulian terhadap sesama dapat membawa perubahan positif serta kebaikan hidup. (Fia)
Baca juga: Legenda Candi Prambanan dan Sejarah 1000 Candi dalam Semalam