Legenda La Hila, Cerita Rakyat yang Menarik dari Bima NTB
Membagikan informasi dari berbagai topik.
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Selain wisata alamnya, hal menarik lain dari kota Bima NTB yakni berkaitan dengan legenda La Hila. Kisahnya tentang putri raja Donggo berparas cantik yang menjadi rebutan para raja.
Dikarenakan tidak ada satupun lamaran yang diterimanya, iapun dikubur hidup-hidup. Ingin tahu kelanjutan kisahnya? Simak ceritanya di sini sampai akhir.
Legenda La Hila, Kisah Putri Raja Donggo
Mengutip buku Uniquely Lombok-Sumbawa 125 Destinasi Wisata, Gagas Ulung (2012:246), legenda La Hila cukup terkenal di Bima, utamanya di Desa Adat Donggo.
Kisahnya tentang Putri Raja Donggo bernama La Hila yang memiliki rambut sepanjang tujuh buah bambu dengan paras cantik menawan. Hampir semua raja yang melihatnya pasti tertarik dengan parasnya.
Raja-raja yang terpesona dengan kecantikan La Hila kemudian memutuskan untuk mengajukan lamaran. Namun, dari semua lamaran yang diajukan, ternyata tidak ada satupun yang diterima.
Dikarenakan merasa marah, salah satu raja yang lamarannya ditolak akhirnya memutuskan untuk mengubur La Hila hidup-hidup.
Dari hal itu muncullah kejadian ajaib yang mengherankan banyak orang di masa itu. Kuburan yang menjadi tempat La Hila dikubur hidup-hidup, ternyata setelah digali sudah kosong tanpa jasad.
Ibunya yang kebingungan mencari sang putri lalu pergi ke tempat yang biasa digunakannya mandi. Di sana ditemukan pohon bambu yang bisa berbicara dan mengatakan bahwa dirinya adalah La Hila.
Ia berpesan kepada ibunya bahwa tidak ada yang boleh menebang atau melukai bambu tersebut.
Masyarakat di sana percaya ketika bambu yang saat ini dikenal sebagai bambu La Hila iu dilukai atau ditebang, maka akan muncul suara tangisan disertai cairan berwarna merah.
Selain itu, dipercaya juga sering muncul penampakan di sekitar bambu dengan wujud wanita cantik.
Setelah ada berbagai kejadian janggal, masyarakat menjadikan area bambu itu sebagai tempat keramat. Tidak jarang mereka akan berziarah ke sana untuk berdoa.
Namun, saat ini bambu-bambu yang ada tidak terpelihara seperti pesan La Hila. Masyarakat setempat banyak yang menebangnya untuk berbagai keperluan, termasuk membangun rumah.
Perlu diketahui, terdapat beberapa versi legenda La Hila yang tersebar. Seluruhnya merupakan bukti kekayaan budaya atau cerita rakyat yang mengandung pesan moral. (NOV)
Baca juga: Sejarah Pasola Menurut Masyarakat Sumba