Legenda Lutung Kasarung Banyumas yang Populer hingga Kini
Membagikan informasi dari berbagai topik.
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Legenda Lutung Kasarung Banyumas berawal dari Pangeran Pajajaran yang berada di daerah Jawa Barat. Legenda tersebut berfokus pada penemuan belahan jiwa sang pangeran.
Dikarenakan pangeran harus mencari calon istri, ia sampai harus pergi dari Kerajaan Pajajaran dan menyamar menjadi rakyat jelata bahkan harus berubah menjadi seekor lutung.
Ringkasan Legenda Lutung Kasarung Banyumas
Legenda Lutung Kasarung Banyumas berbeda dengan yang sudah populer di Jawa Barat. Bagi yang penasaran sebaiknya simak tulisan di bawah ini hingga selesai.
Mengutip buku Banyumas: Sejarah, Budaya, Bahasa, dan Watak, Budiono Herusatoto, (2008:32), Raja Pajajaran Sri Prabu Linggawastu memiliki empat orang putra.
Putra pertama, Raden Harya Banyak Catra, meninggalkan kerajaan karena memiliki keinginan untuk mencari calon istri yang mirip dengan ibunya, Dewi Kumudaningsih.
Ia berkelana menjelajah seluruh negeri Pakuan Parahiyangan, kemudian menuju ke arah sisi timur Sungai Citanduy.
Di sanalah akhirnya Banyak Catra menemukan putri idaman yang mirip ibunya, Dewi Ciptarasa, putri Adipati Pasir Luhur, Kanda Daha.
Perjuangan panjang untuk bisa mendapatkan calon istri idamannya itu harus dilakukan dengan laku spiritual dan melakukan penyamaran menjadi Lutung Kasarung dan bernama Kamandaka.
Awalnya saat pertama bertemu dengan Dewi Ciptarasa, pangeran Banyak Catra menyamar sebagai sudra bernama Kamandaka.
Namun akibat penyamaran tersebut timbullah konflik karena ia dianggap mengganggu atau tidak pantas menikahi putri Kadipaten Pasir Luhur (sekarang Kabupaten Banyumas).
Penyerangan sempat terjadi karena punggawa kadipaten Pasir Luhur ingin menjebloskan Kamandaka ke penjara. Ia akhirnya selamat karena saat dikejar masuk ke kedung sungai dan dikira sudah mati.
Perjuangan belum berakhir pangeran berusaha bersemedi dan menolong siapapun yang membutuhkan hingga ia menemukan jalan keluar berubah menjadi lutung kasarung.
Dengan jelmaan tersebut Kamandaka bisa menemui sang putri kembali dan kadang menampakan diri pada warga.
Kemudian saat putri dipinang Adipati dari Nusakambangan, Lutung Kasarung bisa menggagalkan pernikahan tersebut. Akhirnya Ciptarasa bisa menikah dengan Kamandaka alias pangeran Banyak Catra.
Tadinya pangeran akan meneruskan tahta ayahnya di Pajajaran. Namun ayah Ciptarasa meminta menjadi penerusnya memimpin Kadipaten Pasir Luhur karena tidak mempunyai anak laki-laki.
Legenda Lutung Kasarung Banyumas populer dikalangan masyarakat Jawa Tengah. Bahkan sering dipentaskan dalam seni ketoprak atau ditulis kembali dalam kisah romansa yang lebih menyentuh. (NOV)
Baca juga: Mengapa Menak Jingga Menjadi Musuh Damarwulan Menurut Legenda Rakyat Jawa Timur