Konten dari Pengguna

Legenda Situ Bagendit, Cerita Rakyat Garut Jawa Barat

P

Pojok Informasi

Membagikan informasi dari berbagai topik.

ยทwaktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi legenda Situ Bagendit. Foto: Nate Neelson / Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi legenda Situ Bagendit. Foto: Nate Neelson / Unsplash

Legenda Situ Bagendit merupakan salah satu cerita rakyat yang populer di Jawa Barat. Kisahnya menceritakan asal-usul danau dan seorang wanita kaya.

Situ Bagendit hingga saat ini juga banyak dimanfaatkan untuk pengairan. Namun dibalik itu ada legenda yang diceritakan secara turun temurun dan memiliki pesan moral yang bagus.

Legenda Situ Bagendit yang Penuh Pesan Moral

Ilustrasi legenda Situ Bagendit.Foto: Khanh Do / Unsplash

Mengutip buku Cerita Rakyat 3, Ang Diah Vega Anggono, (2026:15), Legenda Situ Bagendit berawal dari sebuah desa di mana di sana hiduplah seorang wanita kaya bernama Nyai Bagendit.

Nyai Bagendit hidup sebatang kara karena suaminya meninggal terlebih dahulu dan ia tidak dikarunia seorang anak. Namun ia masih bisa hidup mewah dari harta warisan suaminya.

Meskipun sudah kaya raya dari harta warisan suaminya, tidak membuat Nyai Bagendit menjadi puas diri dan dermawan.

Bahkan ia dikenal sebagai rentenir yang sombong dan kejam juga seorang yang sangat takut akan kehilangan harta. Bahkan warga di desanya juga mengenal dia sebagai janda kaya yang pelit.

Suatu hari ada pengemis tua singgah ke rumah Nyai Bagendit. Pengemis itu merasa kehausan dan meminta air minum. Namun Nyai Bagendit malah mengusir pengemis itu dengan cara yang tidak sopan.

Merasa diperlakukan dengan buruk, pengemis yang kesal itu ingin balas dendam. Beberapa saat kemudian ia menancapkan tongkat yang dibawanya ke tanah di halaman rumah Nyai Bagendit.

Tiba-tiba keanehan terjadi, muncullah air dari tanah tersebut yang semakin lama menggenangi rumah Nyai Bagendit.

Nyai Bagendit yang menyadari hal itu berusaha menyelamatkan diri sambil membawa sekotak emas. Ia juga meminta tolong pada warga desa setempat.

Akan tetapi warga desa sudah pergi karena air terus meluas hingga ke seluruh desa. Tidak ada seorangpun yang menolong Nyai Bagendit.

Pengemis tua sendiri tiba-tiba hilang setelah menancapkan tongkatnya sehingga menambah keanehan sosok tersebut.

Sejak peristiwa itu, desa tempat tinggal Nyai Bagendit berubah menjadi danau hingga sekarang dikenal dengan nama Situ Bagendit di daerah Garut Jawa Barat.

Dari legenda Situ Bagendit dapat diambil pesan moral bahwa sifat pelit, sombong, dan kejam akan membawa malapetaka bagi pelakunya.

Maka sudah sebaiknya agar manusia selalu ingat untuk membantu orang lain yang kesusahan, selalu rendah hati, dan tidak tamak dengan harta dunia. (NOV)

Baca juga: Cerita Rakyat Enyeng: Pesan Moral dan Pandangan Menurut Budaya Sumedang