Mad Badal dalam Ilmu Tajwid, Pahami Pengertian dan Contoh Bacaannya
Membagikan informasi dari berbagai topik.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mad badal artinya menjadi salah satu hal yang menarik untuk dipahami ketika mempelajari ilmu tajwid. Istilah ini mungkin sudah sering dijumpai saat belajar membaca Al-Qur'an, terutama ketika mulai mengenal berbagai macam hukum bacaan mad.
Bagi sebagian orang, ungkapan mad badal terdengar cukup asing karena bentuk bacaannya memiliki ciri yang berbeda dari beberapa jenis mad lainnya.
Mad Badal Artinya Hukum Terkait Ilmu Tajwid
Dikutip dari Buku Panduan Ilmu Tajwid Praktis oleh Zulkarnaini Umar (2020), mad badal artinya bacaan mad yang terjadi karena adanya pergantian. Ketika terdapat dua hamzah yang berurutan dalam satu kata, kemudian hamzah kedua diganti dengan salah satu huruf mad.
Huruf mad yang digunakan dapat berupa alif (ا), wau (و), atau ya (ي). Pergantian inilah yang menjadi alasan disebut mad badal, karena kata badal memiliki arti pengganti.
Dalam membaca mad badal, panjang bacaannya adalah dua harakat. Panjang tersebut sama seperti mad thabi'i.
Meskipun terdapat huruf mad di dalamnya, bacaan mad badal tidak dibaca terlalu panjang. Pembaca cukup memanjangkannya sebanyak dua ketukan atau dua harakat.
Contoh mad badal dapat dilihat pada beberapa kata dalam Al-Qur'an, seperti آمَنَ, إِيمَان, dan أُوتُوا. Pada kata آمَنَ, bacaan آ mengandung alif sebagai huruf mad dan dibaca panjang dua harakat, sehingga terdengar aa-mana.
Kemudian pada إِيمَان, terdapat ya sebagai huruf mad sehingga bagian إِي dibaca panjang dua harakat. Sementara itu, أُوتُوا memiliki wau sebagai huruf mad dan dibaca dengan panjang dua harakat.
Untuk mengenali mad badal, pembaca dapat memperhatikan adanya hamzah yang diikuti huruf mad dalam satu kata. Bentuk hurufnya memang dapat berbeda tergantung harakatnya, tetapi prinsipnya tetap sama, yaitu adanya pergantian hamzah menjadi huruf mad.
Mad badal artinya menjadi bagian yang perlu dikenali saat belajar membaca Al-Qur'an, khususnya bagi yang sedang memperdalam ilmu tajwid.
Setelah mengetahui ciri dan contoh bacaannya, pembaca bisa lebih terbiasa menemukan hukum bacaan ini ketika mengaji. Semakin sering berlatih, semakin mudah pula membedakan mad badal dengan bacaan mad lainnya. (shr)
Baca juga: Arti Lailatul Anta Subhanaka Inni Kuntu Minadzilimin dalam Doa