Konten dari Pengguna

Makna Tradisi Kasada Suku Tengger Sebagai Simbol Kerukunan dan Kebersamaan

P

Pojok Informasi

Membagikan informasi dari berbagai topik.

ยทwaktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Makna Tradisi Kasada Suku Tengger . Foto: Unsplash/ijenlandscape Java Guide
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Makna Tradisi Kasada Suku Tengger . Foto: Unsplash/ijenlandscape Java Guide

Makna tradisi kasada Suku Tengger tetap bertahan di tengah perubahan zaman dan masih dijalankan dengan penuh penghormatan oleh masyarakat hingga sekarang.

Setiap tahun, pelaksanaan Kasada menghadirkan suasana yang khas di kawasan Gunung Bromo dengan melibatkan banyak warga yang turut mempersiapkan berbagai rangkaian upacara adat.

Tidak sedikit pula yang ingin mengetahui alasan tradisi ini terus dijaga serta nilai apa yang membuatnya tetap memiliki tempat penting dalam kehidupan masyarakat Tengger.

Makna Tradisi Kasada Suku Tengger Gunung Bromo

Ilustrasi Makna Tradisi Kasada Suku Tengger . Foto: Unsplash/Nagarjun C S

Makna Tradisi Kasada Suku Tengger sebagai simbol kerukunan dan kebersamaan tercermin dari pelaksanaan upacara adat yang melibatkan seluruh masyarakat dalam semangat gotong royong, rasa syukur, dan penghormatan kepada leluhur. 9

Dikutip dari laman referensi.data.kemendikdasmen.go.id, tradisi Kasada merupakan upacara adat masyarakat Tengger yang telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia pada tahun 2014.

Upacara ini diselenggarakan setiap bulan Kasada menurut penanggalan Tengger dan diawali dengan berbagai persiapan yang dilakukan secara bersama-sama oleh masyarakat.

Dalam pelaksanaannya, masyarakat membawa hasil bumi, ternak, serta berbagai sesaji yang disusun di dalam ongkek untuk dipersembahkan ke Kawah Gunung Bromo sebagai bentuk sedekah bumi dan ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Sebelum prosesi utama dimulai, masyarakat terlebih dahulu menjalani tahapan penyucian diri (purifikasi), kemudian mengikuti doa bersama yang dipimpin oleh dukun adat.

Seluruh rangkaian upacara tersebut tidak hanya memiliki makna spiritual, tetapi juga menunjukkan kuatnya semangat kebersamaan karena biaya penyelenggaraannya dihimpun melalui tradisi kuncup atau patungan yang dilakukan oleh masyarakat sesuai kemampuan masing-masing.

Kasada menjadi simbol keberlanjutan budaya Wong Tengger yang terus dipertahankan hingga sekarang. Tradisi ini juga mempertemukan masyarakat dari berbagai desa untuk berkumpul, bekerja sama, dan menjalankan ritual adat dengan penuh rasa hormat.

Melalui kebersamaan tersebut, hubungan persaudaraan, kepedulian, dan semangat saling membantu terus terpelihara sehingga makan tradisi Kasada Suku Tengger tidak hanya menjadi upacara adat, tetapi juga menjadi bagian penting dalam menjaga identitas budaya serta keharmonisan kehidupan masyarakat Tengger.(Arif)

Baca juga: Tradisi Kenduri Masih Dilakukan hingga Sekarang dan Fungsinya