Konten dari Pengguna

Marsialapari adalah Tradisi dari Mana? Simak Penjelasannya di Sini

P

Pojok Informasi

Membagikan informasi dari berbagai topik.

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi marsialapari adalah.Foto : Edwin Petrus / Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi marsialapari adalah.Foto : Edwin Petrus / Unsplash

Marsialapari adalah istilah khusus yang digunakan untuk menyebut kegiatan atau tradisi gotong royong. Asalnyadari salah satu daerah di Indonesia.

Seperti yang telah diketahui, gotong royong merupakan budaya masyarakat Indonesia yang telah diwariskan oleh nenek moyang sejak zaman dahulu kala.

Marsialapari adalah Tradisi Gotong Royong

Ilustrasi marsialapari adalah.Foto: Edwin Petrus / Unsplash

Mengutip laman kemenkopmk.go.id, marsialapari adalah tradisi gotong royong dari Batak, khususnya wilayah Karo, Sumatera Utara.

Marsialapari berasal dari kata mar-sialap-ari, artinya adalah kita berikan dulu tenaga dan bantuan kepada orang lain, baru di kemudian hari kita minta dia untuk membantu.

Masyarakat Batak juga sering menyebut marsialapari dengan istilah lain, seperti siadapari, marsirimpa, atau marsirumpa, yang bermakna sama yaitu gotong royong.

Tradisi gotong royong tersebut memiliki beberapa karakteristik khusus yang menjadikannya unik dan berbeda dari lainnya. Beberapa di antaranya yaitu:

1. Menggunakan Sistem Bergilir

Sesuai dengan maknanya, tradisi marsialapari dilakukan secara bergilir membantu ladang atau sawah milik warga yang tergabung dalam kelompok.

Satu kelompok biasanya terdiri dari 4 sampai 5 orang yang bersedia saling membantu anggota kelompoknya secara sukarela.

2. Tanpa Imbalan

Orang yang melakukan tradisi marsilapari tidak diberi imbalan berupa upah sama sekali. Jadi, kerja dilakukan secara sukarela.

Dasar yang mereka anut adalah asas resiprositas, yakni timbal balik dan juga saling percaya satu sama lain karena sama-sama membutuhkan.

3. Nilai Sosial yang Tinggi

Gotong royong khas Batak Karo ini memiliki nilai sosial tinggi berupa mempererat silaturahmi, kekeluargaan, serta memperkuat solidaritas dan kebersamaan.

Umumnya, masyarakat sekitar melakukan marsilapari dalam mengolah lahan pertanian seperti saat memanen padi atau merawat kebun kopi.

4. Dilakukan Beberapa Orang Secara Serentak

Kegiatan gotong royong (rimpa atau rumpa) dilakukan beberapa orang secara serentak di ladang masing-masing secara bergilir.

Tujuan utamanya adalah agar pekerjaan yang berat ketika dilakukan bersama-sama bisa menjadi ringan, cepat selesai, dan tidak menghabiskan terlalu banyak biaya.

5. Kegiatan Tidak Dilakukan untuk Bertani Saja

Pelaksanaan marsiadapari tidak hanya saat bertani (mangula) di ladang (hauma), tetapi juga diterapkan di berbagai bidang kegiatan orang Batak.

Misalnya saat mendirikan rumah (pajongjong jabu), ketika ada kemalangan, penyelenggaraan pesta besar maupun kecil, dan lain sebagainya.

Setelah membaca penjelasan di atas, bisa ditarik kesimpulan bahwa marsialapari adalah tradisi gotong royong yang dilakukan oleh masyarakat Batak Karo. (NOV)

Baca juga: Apa Itu Gypsy? Simak Penjelasan dan Asal Usulnya