Mengapa Batik Diakui UNESCO sebagai Warisan Budaya? Ini Penjelasannya
Membagikan informasi dari berbagai topik.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mengapa batik diakui UNESCO sebagai warisan budaya? Batik tidak hanya dikenal sebagai kain dengan motif yang indah, tetapi juga menjadi bagian dari kehidupan dan identitas budaya masyarakat Indonesia.
Di dalam proses pembuatannya terdapat pengetahuan, keterampilan, simbol, serta nilai-nilai yang diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.
Karena memiliki nilai budaya yang kuat dan terus dipraktikkan oleh masyarakat, batik Indonesia mendapat pengakuan dari UNESCO sebagai warisan budaya takbenda dunia.
Faktor-Faktor Pendukung Mengapa Batik diakui UNESCO sebagai Warisan Budaya?
Mengapa batik diakui UNESCO sebagai warisan budaya? Dikutip dari laman kemenpar.go.id, perjalanan batik hingga memperoleh pengakuan dunia berlangsung melalui proses panjang.
UNESCO menetapkan Indonesian Batik ke dalam Representative List of the Intangible Cultural Heritage of Humanity pada 2009. Pengakuan tersebut menunjukkan bahwa batik memiliki nilai penting yang tidak hanya berkaitan dengan hasil akhirnya, tetapi juga teknik, pengetahuan, simbolisme, dan tradisi yang menyertainya.
Salah satu alasan batik mendapatkan pengakuan UNESCO adalah teknik pembuatannya yang memiliki karakter khas. Dalam pembuatan batik tradisional, malam digunakan untuk menutup bagian tertentu pada kain sebelum proses pewarnaan dilakukan.
Tahapan tersebut dapat dilakukan berulang kali untuk menghasilkan motif dan kombinasi warna yang diinginkan.
Keterampilan membatik membutuhkan ketelitian serta pengetahuan yang tidak dapat diperoleh secara instan. Keahlian tersebut berkembang dalam lingkungan keluarga dan komunitas, kemudian diteruskan kepada generasi berikutnya.
Oleh sebab itu, proses membatik menjadi bagian dari pengetahuan tradisional yang perlu dijaga keberlangsungannya.
Batik juga memiliki beragam motif yang mengandung simbol serta makna tertentu. Motif yang berkembang di berbagai daerah menunjukkan adanya kekayaan budaya Indonesia.
Dalam kehidupan masyarakat, batik dapat digunakan pada berbagai kesempatan, termasuk kegiatan sehari-hari, upacara, pernikahan, hingga berbagai peristiwa penting dalam kehidupan.
Mengapa batik diakui UNESCO sebagai warisan budaya? UNESCO menilai batik memiliki simbolisme yang berkaitan dengan status sosial, lingkungan, alam, sejarah, dan warisan budaya.
Penggunaan batik dalam berbagai kegiatan tersebut memperlihatkan bahwa batik tidak berdiri sebagai produk kerajinan semata, melainkan memiliki hubungan erat dengan kehidupan sosial dan budaya masyarakat.
Keberadaan batik turut memberikan rasa identitas dan kesinambungan bagi masyarakat Indonesia. Nilai tersebut menjadi salah satu pertimbangan dalam pengakuan UNESCO. Batik mampu mempertahankan unsur tradisionalnya sekaligus berkembang mengikuti perubahan zaman.
Selain itu, pelestarian batik dilakukan melalui berbagai cara, termasuk pendidikan dan pelatihan bagi generasi muda. Upaya tersebut penting agar keterampilan membatik, pengetahuan mengenai motif, serta nilai budaya yang terkandung di dalamnya tidak berhenti pada satu generasi.
UNESCO secara resmi mencatat Indonesian Batik dalam daftar warisan budaya takbenda pada 2009. Pengakuan ini menjadi bentuk penghargaan terhadap nilai budaya batik sekaligus mendorong berbagai pihak untuk terus menjaga keberadaannya.(Yolan)
Baca juga: Makna Motif Batik Lereng dalam Budaya Jawa dan Penjelasannya