Mengapa Bulan Terlihat Berubah Bentuk? Ini Penjelasan Lengkapnya
Membagikan informasi dari berbagai topik.
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mengapa Bulan terlihat berubah bentuk? fenomena ini sering terlihat ketika Bulan yang biasanya tampak bulat penuh pada malam tertentu, kemudian berubah menjadi setengah lingkaran atau hanya terlihat seperti sabit.
Perubahan tersebut sebenarnya bukan karena bentuk Bulan berubah. Bulan tetap memiliki bentuk yang hampir bulat, tetapi bagian permukaannya yang terkena cahaya Matahari dan terlihat dari Bumi berbeda-beda.
Perubahan tampilan inilah yang dikenal sebagai fase Bulan. Fenomena tersebut menjadi salah satu peristiwa langit yang mudah diamati karena berlangsung secara berulang sepanjang siklus Bulan.
Mengapa Bulan Terlihat Berubah Bentuk Secara Berulang?
Mengapa Bulan terlihat berubah bentuk? dikutip dari laman www.edplace.com, bulan tidak menghasilkan cahaya sendiri. Cahaya yang terlihat dari permukaannya merupakan pantulan cahaya Matahari.
Ketika Bulan bergerak mengelilingi Bumi, posisi Bulan terhadap Bumi dan Matahari terus berubah. Akibatnya, bagian permukaan Bulan yang mendapatkan cahaya Matahari dan dapat terlihat dari Bumi juga mengalami perubahan.
Dengan demikian, bentuk Bulan yang terlihat dari Bumi sebenarnya bergantung pada seberapa banyak bagian yang diterangi Matahari dapat diamati.
Ketika seluruh sisi Bulan yang menghadap Bumi mendapatkan cahaya Matahari, Bulan tampak sebagai Bulan purnama. Sebaliknya, ketika hanya sebagian kecil permukaannya yang mendapatkan cahaya dan terlihat dari Bumi, Bulan dapat tampak seperti sabit.
Perubahan tersebut terjadi karena Bulan terus menjalani siklus orbitnya. Siklus Bulan berlangsung sekitar satu bulan. Selama periode tersebut, posisi Bulan terhadap Matahari berubah sehingga bagian permukaan yang diterangi dan terlihat dari Bumi juga berubah.
Perubahan tampilan Bulan dikenal sebagai fase Bulan. Secara umum, fase tersebut meliputi Bulan baru, sabit awal, kuartal pertama, cembung awal, purnama, cembung akhir, kuartal terakhir, dan sabit akhir.
Pada fase Bulan baru, bagian Bulan yang menghadap Bumi berada dalam kondisi paling sedikit menerima cahaya yang dapat terlihat sehingga Bulan hampir tidak tampak.
Setelah itu, bagian yang terlihat perlahan bertambah hingga mencapai fase purnama. Sesudah purnama, bagian terang yang terlihat dari Bumi kembali berkurang secara bertahap.
Mengapa Bulan terlihat berubah bentuk? Perubahan bentuk Bulan yang tampak dari Bumi merupakan akibat dari perubahan posisi Bulan dalam mengelilingi Bumi serta pencahayaan Matahari.
Bulan tidak benar-benar membesar, mengecil, atau berubah bentuk. Yang berubah hanyalah bagian permukaannya yang mendapat cahaya dan dapat dilihat dari Bumi.(Arif)
Baca juga: Gerhana Matahari Total Berapa Tahun Sekali? Ini Penjelasannya