Konten dari Pengguna

Mengapa Bulan Tidak Jatuh ke Bumi? Ternyata Ini Penyebabnya

P

Pojok Informasi

Membagikan informasi dari berbagai topik.

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

ilustrasi Mengapa Bulan tidak jatuh ke Bumi. unsplash/Raffaele Parente
zoom-in-whitePerbesar
ilustrasi Mengapa Bulan tidak jatuh ke Bumi. unsplash/Raffaele Parente

Pernahkah terpikir mengapa Bulan tidak jatuh ke Bumi meskipun terus memberikan gaya gravitasi? Keberadaan Bulan di langit membuat fenomena ini menarik untuk dipahami, terlebih Bulan terus bergerak mengelilingi Bumi tanpa terlihat mendekati permukaan.

Pergerakan Bulan yang berlangsung secara teratur juga membuat posisi benda langit ini tetap berada pada lintasan tertentu. Fenomena tersebut berkaitan dengan prinsip dasar dalam fisika yang mengatur pergerakan benda-benda langit.

Mengapa Bulan Tidak Jatuh ke Bumi dalam Pergerakan Benda-Benda Langit?

ilustrasi Mengapa Bulan tidak jatuh ke Bumi. unsplash/Jorge Gardner

Mengapa Bulan tidak jatuh ke Bumi dapat dijelaskan melalui hubungan antara gravitasi dan gerak orbit. Berdasarkan penjelasan energyencyclopedia.com, gravitasi Bumi selalu menarik Bulan menuju pusat Bumi.

Tanpa gerakan menyamping, tarikan tersebut dapat membuat Bulan bergerak semakin dekat ke Bumi. Namun, Bulan memiliki kecepatan orbit sehingga gerakannya terus mengikuti lintasan mengelilingi Bumi.

Berdasarkan hukum pertama Newton, benda akan mempertahankan keadaan geraknya apabila tidak ada gaya yang mengubah gerakan tersebut.

Benda yang sedang bergerak akan cenderung bergerak lurus dengan kecepatan tetap. Akan tetapi, gravitasi Bumi terus memengaruhi Bulan sehingga arah geraknya tidak pernah benar-benar lurus.

Bulan bergerak mengelilingi Bumi dalam lintasan yang dipengaruhi oleh gaya gravitasi. Dalam gerak melingkar, gaya yang mengarahkan benda menuju pusat lintasan disebut gaya sentripetal.

Pada sistem Bumi dan Bulan, gravitasi Bumi berperan sebagai gaya yang membelokkan gerak Bulan sehingga tetap berada dalam orbit.

Dengan demikian, Bulan sebenarnya terus mengalami kondisi seperti sedang “jatuh” menuju Bumi. Namun, karena Bulan juga bergerak ke arah samping dengan kecepatan orbit tertentu, permukaan Bumi terus melengkung menjauh dari jalur geraknya. Akibatnya, Bulan tidak langsung menabrak Bumi, tetapi terus mengitari planet tersebut.

Kecepatan Bulan dan jaraknya dari Bumi menjadi faktor penting dalam mempertahankan orbit. Jika kecepatan orbit Bulan berubah secara signifikan, bentuk dan ukuran orbit juga dapat berubah.

Jika Bulan kehilangan sebagian besar kecepatan orbitnya, gravitasi Bumi akan lebih dominan sehingga lintasan Bulan dapat berubah menjadi semakin dekat dengan Bumi.

Sebaliknya, peningkatan kecepatan dapat membuat orbit menjadi lebih besar. Jika kecepatannya cukup tinggi, benda dapat mencapai kondisi untuk meninggalkan ikatan gravitasi Bumi.

Hal tersebut menunjukkan bahwa orbit merupakan hasil keseimbangan antara gerak benda dan gaya gravitasi. Prinsip yang sama juga berlaku pada benda-benda lain yang mengorbit, termasuk satelit buatan yang mengelilingi Bumi.

Menariknya, kemampuan sebuah benda untuk mengorbit tidak ditentukan hanya oleh massanya. Benda dengan massa berbeda dapat mengorbit objek yang lebih besar selama memiliki kondisi gerak dan jarak yang sesuai.

Dalam sistem Bumi dan Bulan, kedua benda sebenarnya saling memberikan gaya gravitasi. Bumi memiliki massa jauh lebih besar sehingga pengaruh gerak Bulan terhadap Bumi relatif kecil, tetapi bukan berarti Bumi benar-benar diam. Keduanya mengorbit pusat massa bersama.

Mengapa Bulan tidak jatuh ke Bumi dapat dipahami melalui hubungan antara gravitasi dan kecepatan orbit. Gravitasi Bumi terus menarik Bulan, sedangkan gerak orbit membuat Bulan terus bergerak ke arah samping sehingga lintasannya membelok dan mengelilingi Bumi.

Kombinasi gravitasi, kecepatan, dan jarak inilah yang membuat Bulan tetap berada dalam orbitnya hingga saat ini. (Rahma)

Baca juga: Bagaimana Orang Zaman Dahulu Mengetahui Waktu? Simak Penjelasannya