Konten dari Pengguna

Mengapa Garam Bisa Mencairkan Es? Ternyata Ada Proses Sains di Baliknya

P

Pojok Informasi

Membagikan informasi dari berbagai topik.

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

ilustrasi mengapa garam bisa mencairkan es. unsplash/magict1911
zoom-in-whitePerbesar
ilustrasi mengapa garam bisa mencairkan es. unsplash/magict1911

Pertanyaan mengapa garam bisa mencairkan es menjadi menarik untuk dipahami, terutama karena garam bukanlah benda yang menghasilkan panas.

Interaksi antara garam dan es dapat diamati dengan mudah tanpa memerlukan peralatan khusus.

Saat keduanya bersentuhan, kondisi pada permukaan es berubah dan proses pencairan berlangsung secara bertahap.

Mengapa Garam Bisa Mencairkan Es yang Sangat Dingin?

ilustrasi mengapa garam bisa mencairkan es. unsplash/Jason Leung

Mengapa garam bisa mencairkan es berkaitan dengan kemampuan garam menurunkan titik beku air.

Fenomena ini banyak dimanfaatkan untuk membantu mencairkan salju dan es yang menutupi permukaan jalan di wilayah utara yang memiliki musim dingin. Bahkan, lebih dari 20 juta ton garam digunakan setiap tahun untuk keperluan tersebut.

Prosesnya berhubungan dengan interaksi antara molekul air, es, dan garam ketika suhu berada di sekitar titik beku.

Berdasarkan informasi dari britannica.com, air memiliki titik beku pada suhu 32 derajat Fahrenheit atau 0 derajat Celsius. Ketika mencapai suhu tersebut, air berubah menjadi es. Pada permukaan jalan yang tertutup es, biasanya terdapat lapisan tipis air di atasnya.

Molekul air dan molekul es kemudian terus berinteraksi. Sebagian es mencair menjadi air, sementara sebagian air kembali membeku menjadi es.

Pada suhu 32 derajat Fahrenheit atau 0 derajat Celsius, kedua proses tersebut berlangsung dengan kecepatan yang relatif seimbang sehingga jumlah air dan es tetap sama.

Ketika suhu semakin dingin, lebih banyak air berubah menjadi es. Sebaliknya, saat suhu meningkat, lebih banyak es berubah menjadi air.

Kondisi tersebut berubah setelah garam ditambahkan. Garam merupakan senyawa ionik yang dapat menurunkan titik beku air. Akibatnya, lapisan air di atas permukaan es tidak lagi dapat membeku pada suhu 32 derajat Fahrenheit.

Namun, air tetap dapat mencairkan es pada suhu tersebut sehingga jumlah es di permukaan jalan berkurang.

Proses penurunan titik beku ini disebut freezing point depression. Garam membuat molekul air lebih sulit bergabung membentuk struktur kaku seperti yang terdapat pada es.

Ketika larut dalam air, garam sebagai zat terlarut akan terurai menjadi ion-ion penyusunnya. Garam dapur atau natrium klorida (NaCl), misalnya, terurai menjadi ion natrium dan ion klorida.

Selain natrium klorida, kalsium klorida (CaCl2) juga sering digunakan di jalan yang tertutup es. Zat ini lebih efektif dalam mencairkan es karena dapat terurai menjadi tiga ion, yaitu satu ion kalsium dan dua ion klorida.

Jumlah ion yang lebih banyak membuat lebih banyak ion menghalangi terbentuknya ikatan kaku pada es.

Penggunaan garam juga memiliki dampak terhadap lingkungan karena kandungan klorida dapat membunuh hewan air dan memengaruhi populasi hewan lain dalam jaring-jaring makanan.

Klorida juga dapat menyebabkan tanaman mengalami dehidrasi hingga mati serta mengubah komposisi tanah sehingga vegetasi lebih sulit tumbuh.

Beberapa senyawa lain dapat mencairkan es dan salju tanpa kandungan klorida, tetapi harganya jauh lebih mahal dibandingkan natrium klorida atau kalsium klorida. (DANI)

Baca juga: Kenapa Supermarket Dingin? Simak Fungsinya Berikut Ini