Konten dari Pengguna

Mengapa Gelas Berkeringat Saat Dingin? Ini Faktanya Secara Ilmiah

P

Pojok Informasi

Membagikan informasi dari berbagai topik.

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mengapa Gelas Berkeringat Saat Dingin. Unsplash.com/Lanju Fotografie
zoom-in-whitePerbesar
Mengapa Gelas Berkeringat Saat Dingin. Unsplash.com/Lanju Fotografie

Mengapa gelas berkeringat saat dingin? Pada saat menuangkan air dingin ke dalam gelas atau mengambil botol yang baru saja dikeluarkan dari kulkas, biasanya beberapa menit kemudian permukaan luarnya mulai dipenuhi titik-titik air.

Pada gelas tampak seolah-olah “berkeringat”. Padahal faktanya, air yang berada di dalam gelas tidak keluar dan gelas pun tidak bocor. Lalu, dari mana sebenarnya air yang tampak seperti keringat tersebut berasal?

Fakta Mengapa Gelas Berkeringat Saat Dingin

Mengapa Gelas Berkeringat Saat Dingin. Unsplash.com/Le Tia

Mengapa gelas berkeringat saat dingin? Jawabannya karena ada udara di sekitar kehidupan manusia. Meskipun tidak terlihat, udara selalu mengandung uap air, yaitu air dalam bentuk gas.

Dikutip dari penjelasan blog.chitti.app, uap air berasal dari berbagai sumber, seperti laut, sungai, danau, tanah yang basah, tumbuhan, dan pakaian yang sedang dijemur. Uap air bercampur dengan udara sehingga tidak dapat dilihat dengan mata.

Kemampuan udara dalam menampung uap air sangat dipengaruhi oleh suhu. Udara hangat dapat menampung lebih banyak uap air dibandingkan dengan udara dingin. Karena itu, udara di dalam ruangan hangat sebenarnya dapat membawa uap air yang tidak terlihat.

Ketika udara hangat yang mengandung uap air menyentuh permukaan gelas yang sangat dingin, lapisan tipis udara di sekitar permukaan gelas akan ikut menjadi dingin. Ketika suhunya turun, udara tidak lagi mampu mempertahankan uap air sebanyak sebelumnya.

Sehingga, sebagian uap air kehilangan energi dan berubah dari bentuk gas menjadi air dalam bentuk cair. Proses perubahan uap air menjadi titik-titik air ini disebut dengan kondensasi.

Titik-titik air itulah yang kemudian menempel dan terkumpul di permukaan luar gelas. Sehingga gelas akan tampak seperti sedang berkeringat.

Fakta air yang membasahi bagian luar gelas tidak berasal dari air minum di dalamnya. Air tersebut justru berasal dari uap air yang sudah ada di udara sebelumnya. Gelas yang dingin hanya membuat uap air berubah menjadi bentuk yang dapat dilihat manusia.

Fenomena ini adalah contoh kecil proses yang terjadi di alam. Kondensasi membantu membentuk awan dan kabut, membuat cermin kamar mandi menjadi berembun setelah mandi air hangat, dan berperan dalam pembentukan embun di pagi hari.

Mengapa gelas berkeringat saat dingin sebenarnya gelas tidak mengeluarkan air dari dalamnya. Proses ini disebut kondensasi, yaitu udara di sekitar gelas yang memberikan air tersebut. (Aya)

Baca juga: Mengapa Air Mendidih Mengeluarkan Uap? Ini Penjelasannya Secara Sains