Mengapa Gerhana Matahari Terjadi? Ini Penjelasan Fenomenanya
Membagikan informasi dari berbagai topik.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mengapa gerhana matahari terjadi? Gerhana matahari dapat disebut fenomena alam unik dan menakjubkan yang bisa disaksikan oleh manusia. Sekilas gerhana memang tampak sebagai fenomena yang misterius.
Padahal sebenarnya, terjadinya gerhana adalah drama bayangan sederhana akibat adanya pergerakan tiga benda langit, yaitu Matahari Bumi dan Bulan.
Sebagai Fenomena Alam, Mengapa Gerhana Matahari Terjadi?
Mengapa gerhana matahari terjadi? Mengutip penjelasan disdikbud.pontianak.go.id, fenomena gerhana Matahari dapat terjadi ketika tiga benda langit (Matahari Bumi dan Bulan) berada pada satu garis lurus. Hal itu membuat salah satu benda langit menutupi atau menghalangi cahaya dari yang lain.
Karena fenomena tersebut, gerhana tidak terjadi setiap bulan, posisi dan kemiringan orbit Bulan harus tepat hingga bisa menghasilkan fenomena langka yang bisa diamati dari Bumi.
Gerhana terjadi ketika Matahari sebagai sumber cahaya, Bumi, dan Bulan berada di satu garis lurus sempurna atau hampir lurus. Saat terjadi gerhana, ada dua jenis bayangan yang terbentuk, yaitu:
1. Umbra
Umbra adalah bayangan inti yang paling gelap dan pekat. Apabila berada di dalam area umbra, sumber cahaya utama dari Matahari akan tertutup sepenuhnya.
2. Penumbra
Penumbra merupakan bayangan luar yang lebih redup atau parsial. Apabila suatu wilayah berada di area penumbra, sebagian cahaya Matahari masih bisa terlihat.
Perbedaan posisi antara Matahari, Bulan, dan Bumi inilah yang menentukan jenis gerhana yang terjadi.
Mengetahui Jenis-jenis Gerhana Matahari
Beberapa jenis fenomena gerhana Matahari yang bisa terjadi suatu saat dan dapat disaksikan dari Bumi diantaranya:
1. Gerhana Matahari Total
Gerhana Matahari total dapat terjadi jika berada tepat di jalur umbra Bulan. Matahari tertutup sepenuhnya saat peristiwa ini dan suasana menjadi gelap seperti malam selama beberapa menit.
Saat fenomena ini terjadi manusia bisa melihat korona (atmosfer luar Matahari) yang indah.
2. Gerhana Matahari Cincin (Annular)
Gerhana ini terjadi apabila Bulan berada pada titik terjauhnya dari Bumi. Dimana orbit Bulan berbentuk elips, tidak bulat sempurna.
Bulan akan tampak lebih kecil dan tidak bisa menutupi seluruh piringan Matahari. Akibatnya, akan tampak sebuah cincin cahaya terang di sekeliling Bulan.
3. Gerhana Matahari Hibrida
Gerhana matahari hibrida adalah gabungan antara gerhana total dan cincin. Hal ini juga bisa ditentukan lokasi pengamat yang ada di Bumi.
4. Gerhana Matahari Sebagian (Parsial)
Gerhana Matahari parsial terjadi saat berada di area penumbra Bulan. Di saat fenomena ini terjadi, hanya sebagian Matahari yang terlihat tertutup oleh Bulan dan tampak seperti gigitan di tepi Matahari.
Hal yang harus diperhatikan pada saat terjadi gerhana adalah jangan sekali-kali melihat Gerhana Matahari secara langsung. Apalagi tanpa menggunakan kacamata khusus berstandar ISO atau filter surya yang aman. Hal itu dapat merusak mata secara permanen.
Mengapa gerhana Matahari terjadi? Fenomena ini terjadi akibat benda langit seperti Matahari, Bulan, dan Bumi ada pada satu garis yang lurus. Sehingga menimbulkan fenomena langka yang dapat berbeda sesuai wilayah pengamatan di bumi. (Aya)
Baca juga: Mengapa Gurun Sangat Panas di Siang Hari? Ini Faktor Penyebabnya