Konten dari Pengguna

Mengapa Hewan Laut Dalam Bisa Menghasilkan Cahaya? Ini Jawaban Lengkapnya

P

Pojok Informasi

Membagikan informasi dari berbagai topik.

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Mengapa hewan laut dalam bisa menghasilkan cahaya?. Foto: Unsplash/Adél Grőber
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Mengapa hewan laut dalam bisa menghasilkan cahaya?. Foto: Unsplash/Adél Grőber

Laut dalam dikenal sebagai wilayah yang gelap karena sinar matahari tidak dapat menjangkau bagian tersebut. Mengapa hewan laut dalam bisa menghasilkan cahaya?

Kemampuan unik ini ternyata menjadi bagian penting dari kehidupan berbagai hewan yang tinggal di kedalaman laut.

Cahaya yang muncul dari tubuh mereka bukan sekadar fenomena menarik, tetapi memiliki fungsi tertentu yang membantu hewan bertahan hidup di lingkungan yang gelap.

Mengapa Hewan Laut Dalam Bisa Menghasilkan Cahaya dengan Kemampuannya?

Ilustrasi Mengapa hewan laut dalam bisa menghasilkan cahaya?. Foto: Unsplash/David Clode

Mengapa hewan laut dalam bisa menghasilkan cahaya? Dikutip dari laman www.montereybayaquarium.org, kemampuan menghasilkan cahaya disebut bioluminesensi. Fenomena tersebut terjadi melalui reaksi kimia di dalam tubuh organisme.

Reaksi ini umumnya melibatkan senyawa bernama luciferin dan enzim luciferase. Ketika keduanya bereaksi, energi dilepaskan dalam bentuk cahaya. Pada beberapa hewan, cahaya juga dihasilkan dengan bantuan organisme kecil yang hidup bersimbiosis di dalam tubuhnya.

Bagi hewan laut dalam, kemampuan tersebut memiliki sejumlah fungsi. Cahaya dapat digunakan untuk mencari makanan, seperti pada ikan sungut ganda atau anglerfish yang menggunakan bagian tubuh bercahaya sebagai umpan untuk menarik mangsa.

Bioluminesensi juga berfungsi sebagai pertahanan diri. Beberapa hewan dapat menghasilkan cahaya untuk mengejutkan predator atau mengalihkan perhatiannya. Ada pula yang memanfaatkan cahaya sebagai kamuflase agar tubuhnya lebih sulit terlihat oleh pemangsa.

Selain itu, cahaya dapat membantu menemukan pasangan. Di lingkungan laut yang gelap dan luas, sinyal cahaya tertentu dapat menjadi tanda bagi hewan untuk mengenali individu dari jenis yang sama.

Warna biru dan hijau merupakan warna bioluminesensi yang umum ditemukan di laut karena dapat merambat cukup jauh di dalam air. Meski demikian, terdapat pula organisme yang menghasilkan cahaya berwarna lain, seperti merah dan kuning.

Dengan demikian, kemampuan menghasilkan cahaya merupakan bentuk adaptasi penting bagi hewan yang hidup di laut dalam. Bioluminesensi membantu mereka menjalankan berbagai kebutuhan hidup, mulai dari mencari makanan hingga menghindari pemangsa.

Baca juga: Mengapa Bulan Terlihat Berubah Bentuk? Ini Penjelasan Lengkapnya