Mengapa Kerajaan Majapahit Bisa Runtuh? Ini Penjelasannya dalam Ilmu Sejarah
Membagikan informasi dari berbagai topik.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Majapahit adalah salah satu kerajaan terbesar di zaman dulu. Sebagai kerajaan yang memiliki kekuasaan sangat luas, banyak orang yang kemudian bertanya-tanya mengapa kerajaan Majapahit bisa runtuh?
Padahal, jika dinalar akan sangat sulit meruntuhkan kerajaan besar. Kerajaan Majapahit diperkirakan runtuh setelah memerintah hingga tiga abad lamanya.
Beberapa Alasan Mengapa Kerajaan Majapahit Bisa Runtuh
Dikutip dari buku Di Balik Runtuhnya Majapahit dan Berdirinya Kerajaan-Kerajaan Islam di Jawa, M. Rizal Qasim (2019:4), ada beberapa alasan mengapa kerajaan Majapahit bisa runtuh.
Bahkan wilayah yang berada di bawah kekuasaan Majapahit satu-persatu juga melepaskan diri untuk membentuk pemerintahannya secara mandiri. Di bawah ini beberapa penyebabnya:
1. Kematian Hayam Wuruk
Wafatnya Raja Hayam Wuruk membuat Majapahit kehilangan pemimpin yang mampu merangkul wilayah luas.
Akhirnya, banyak wilayah yang melepaskan diri karena pusat pemerintahan dianggap lemah dan gagal memberi perlindungan.
2. Perang Saudara
Sepeninggal Hayam Wuruk, kondisi kerajaan Majapahit kian memanas, diperkeruh dengan adanya perang saudara antara Wikramawardhana dan Bhre Wirabhumi.
Hal ini sampai memecah belah sekaligus menghancurkan kekuatan militer kerajaan. Kondisi kerajaan yang tidak stabil dan terjadi terus-menerus membuat stabilitas istana goyah, rakyatpun menderita.
3. Kebangkitan Malaka
Selain dua poin yang telah dibahas, kebangkitan Malaka juga menjadi penyebab runtuhnya Kerajaan Majapahit di Jawa Timur.
Faktor utamanya karena jalur perdagangan yang awalnya terfokus di pelabuhan Majapahit, akhirnya berpindah ke Selat Malaka. Akibatnya, pendapatan pajak pelabuhan Majapahit menjadi turun drastis.
4. Masuknya Agama Islam
Setelah Islam masuk ke Nusantara, banyak adipati pesisir yang berpindah keyakinan. Mereka juga membentuk kekuatan mandiri yang tidak lagi bertumpu pada pusat Hindu-Buddha.
5. Serangan Demak
Berakhirnya kejayaan Majapahit ditandai dengan adanya serangan militer dari Kesultanan Demak. Hanya saja, kejayaan Kerajaan Demak tidak berlangsung lama, kurang lebih 70 hingga 76 tahun.
Kerajaan Demak memimpin mulai tahun 1478 atau 1481 M hingga 1554. Setelah itu, kekuasaan berpindah menjadi Kerajaan Pajang.
Setelah membaca penjelasan mengenai alasan mengapa kerajaan Majapahit bisa runtuh bisa diambil kesimpulan utama.
Kesimpulannya bahwa sebesar apapun pemerintahan, jika terjadi perebutan kekuasaan, pada akhirnya pemerintahan tersebut menjadi mudah hancur. (NOV)
Baca juga: Mengapa Menak Jingga Menjadi Musuh Damarwulan Menurut Legenda Rakyat Jawa Timur