Konten dari Pengguna

Mengapa Keris Diakui UNESCO Sebagai Warisan Budaya? Inilah Sejarahnya

P

Pojok Informasi

Membagikan informasi dari berbagai topik.

ยทwaktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi mengapa keris diakui Unesco sebagai warisan budaya?, Pexels/Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi mengapa keris diakui Unesco sebagai warisan budaya?, Pexels/Pixabay

Mengapa keris diakui UNESCO sebagai warisan budaya? Keris merupakan salah satu warisan budaya Indonesia yang memiliki nilai sejarah, seni, dan filosofi yang sangat kuat.

Senjata tradisional ini tidak hanya dikenal karena bentuknya yang khas, tetapi juga karena proses pembuatannya yang membutuhkan keterampilan khusus. Keris memiliki hubungan erat dengan tradisi, simbol status, upacara adat, serta kehidupan spiritual masyarakat.

Alasan Mengapa Keris Diakui UNESCO Sebagai Warisan Budaya Indonesia

ilustrasi mengapa keris diakui Unesco sebagai warisan budaya?, Pexels/Pixabay

UNESCO menetapkan keris Indonesia sebagai Warisan Budaya Takbenda pada 2008 setelah sebelumnya diproklamasikan pada 2005. Mengapa keris diakui Unesco sebagai warisan budaya? Simak penjelasannya berikut ini berdasarkan situs web ich.unesco.org.

Keris merupakan salah satu warisan budaya Indonesia yang memiliki nilai sejarah, seni, keterampilan, dan filosofi yang kuat. Benda berbentuk belati ini dikenal memiliki ciri khas berupa bentuk yang asimetris dan telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat.

UNESCO menjelaskan bahwa keris atau kris merupakan belati khas Indonesia yang tidak hanya berfungsi sebagai senjata, tetapi juga memiliki dimensi spiritual. Keris yang paling awal diketahui diperkirakan berasal dari sekitar abad ke-10.

Benda ini diperkirakan menyebar dari Jawa ke berbagai wilayah Asia Tenggara. Nilai keris tidak hanya terletak pada bentuknya. Setiap keris memiliki unsur estetika dan teknik pembuatan yang kompleks.

UNESCO mencatat adanya dhapur, yaitu bentuk dan desain bilah dengan sekitar 40 variasi. Selain itu, terdapat pamor, yaitu pola dekoratif pada bilah yang berasal dari perpaduan logam dan memiliki sekitar 120 variasi.

Terdapat istilah tangguh yang berkaitan dengan perkiraan usia dan asal sebuah keris. Sarung keris juga dapat dibuat dari berbagai bahan, terutama kayu, dengan beberapa contoh menggunakan bahan seperti gading atau emas.

Keris telah memperoleh pengakuan internasional dari UNESCO. Pada 2005, keris Indonesia terlebih dahulu diproklamasikan sebagai salah satu Masterpiece of the Oral and Intangible Heritage of Humanity.

Selanjutnya, pada 2008, unsur budaya tersebut secara resmi dimasukkan ke dalam Representative List of the Intangible Cultural Heritage of Humanity dengan nama Indonesian Kris. Pengakuan tersebut menunjukkan bahwa keris tidak sebatas sebagai benda fisik.

Di dalamnya terdapat pengetahuan, keterampilan, simbol, tradisi, dan praktik budaya yang diwariskan antargenerasi. Pembuatan keris membutuhkan keahlian khusus, pemaknaan terhadap keris berkembang dalam kehidupan berkaitan dengan spiritual dan budaya.

Mengapa keris diakui Unesco sebagai warisan budaya? Jawabannya adalah karena memiliki sejarah panjang, keragaman bentuk dan motif, keterampilan pembuatan yang khas, serta hubungan erat dengan kehidupan budaya masyarakat. (Fia)

Baca juga: Filosofi Gamelan, Harmoni Bunyi yang Menyimpan Nilai Kehidupan