Konten dari Pengguna

Mengapa Komet Memiliki Ekor? Ini Fenomena Menarik di Baliknya

P

Pojok Informasi

Membagikan informasi dari berbagai topik.

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Mengapa Komet Memiliki Ekor,Foto:Unsplash/Justin Wolff
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Mengapa Komet Memiliki Ekor,Foto:Unsplash/Justin Wolff

Mengapa komet memiliki ekor? Saat melihat gambar atau pengamatan komet, bagian ekor biasanya menjadi hal pertama yang menarik perhatian.

Bentuknya yang panjang dan seolah mengikuti perjalanan komet membuat benda langit ini terlihat begitu istimewa.

Mengapa Komet Memiliki Ekor yang Menarik Perhatian?

Ilustrasi Mengapa Komet Memiliki Ekor,Foto:Unsplash/Ganapathy Kumar

Mengapa komet memiliki ekor? Dikutip dari Jurnal Dinamika Nongravitasional Orbit Komet oleh Muhammad Farchani (2009) ekor yang terlihat memanjang di belakang komet sebenarnya berkaitan erat dengan aktivitas komet ketika bergerak mendekati Matahari.

Komet tersusun atas inti yang mengandung es dan debu. Ketika berada jauh dari Matahari, bagian ini belum menunjukkan ekor yang jelas. Namun, saat jaraknya semakin dekat, panas dan radiasi Matahari mulai mempengaruhi material yang ada di dalam inti komet.

Radiasi Matahari membuat es pada permukaan komet mengalami sublimasi, yaitu perubahan dari bentuk padat langsung menjadi gas. Proses tersebut kemudian melepaskan gas sekaligus debu yang sebelumnya berada di dalam atau di sekitar material es.

Gas dan debu yang terkumpul di sekitar inti membentuk bagian yang disebut koma, yaitu semacam atmosfer yang mengembang di sekitar komet. Dari sinilah proses terbentuknya ekor mulai berlangsung.

Ekor komet tidak hanya terdiri dari satu jenis, ada ekor debu dan ekor gas, dan keduanya terbentuk melalui proses yang berbeda. Debu yang dilepaskan dari inti komet terdorong menjauhi Matahari akibat tekanan radiasi Matahari.

Karena partikel debu masih memiliki kelembaman, arah ekornya tidak selalu lurus sehingga ekor debu biasanya tampak sedikit melengkung.

Gas yang berada di dalam koma dapat mengalami fotoionisasi akibat radiasi Matahari. Gas yang telah menjadi ion kemudian berinteraksi dengan angin Matahari, yaitu aliran partikel yang berasal dari Matahari.

Dorongan tersebut membuat ion-ion gas bergerak menjauhi Matahari dan membentuk ekor gas yang cenderung lebih lurus.

Ukuran ekor komet juga tidak selalu sama, semakin dekat komet dengan Matahari aktivitasnya semakin meningkat sehingga koma dan ekornya dapat menjadi lebih besar.

Sebaliknya, ketika komet bergerak semakin jauh dari Matahari, aktivitas tersebut berkurang dan ekornya dapat menghilang.

Itulah jawaban dari mengapa komet memiliki ekor, yang membuat komet terlihat begitu khas sebenarnya merupakan hasil dari interaksi antara material komet dan lingkungan di sekitar Matahari.

Fenomena ini membuat perjalanan komet di angkasa menjadi salah satu pemandangan yang menarik untuk diamati. (shr)

Baca juga: Kenapa Soda Menghasilkan Gelembung? Ini Proses Sains yang Terjadi