Konten dari Pengguna

Kenapa Soda Menghasilkan Gelembung? Ini Proses Sains yang Terjadi

P

Pojok Informasi

Membagikan informasi dari berbagai topik.

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Kenapa Soda Menghasilkan Gelembung, Foto:Unsplash/Jonny Caspari
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Kenapa Soda Menghasilkan Gelembung, Foto:Unsplash/Jonny Caspari

Kenapa soda menghasilkan gelembung menjadi salah satu hal menarik yang dapat diamati dalam kehidupan sehari-hari.

Ketika tutup botol dibuka atau soda dituangkan ke dalam gelas, suara desis biasanya terdengar, kemudian gelembung-gelembung kecil bermunculan dari dalam minuman dan bergerak menuju permukaan.

Pemandangan tersebut memang terlihat sederhana, tetapi di baliknya terdapat proses yang membuat soda memiliki sensasi khas saat diminum.

Kenapa Soda Menghasilkan Gelembung Ketika Tutup Botol Dibuka?

Ilustrasi Kenapa Soda Menghasilkan Gelembung, Foto:Unsplash/Charlie Wollborg

Kenapa soda menghasilkan gelembung menjadi bagian menarik dari karakter minuman berkarbonasi yang sering ditemui dalam kehidupan sehari-hari.

Saat botol atau kaleng soda dibuka, terdengar suara desis, kemudian gelembung-gelembung kecil bermunculan dan bergerak menuju permukaan.

Gelembung tersebut berasal dari karbon dioksida (CO2) yang sebelumnya telah dilarutkan ke dalam minuman melalui proses karbonasi.

Selama soda berada dalam wadah tertutup, karbon dioksida dapat tetap terlarut karena berada di bawah tekanan tinggi. Namun, ketika wadah dibuka, tekanan tersebut berkurang sehingga karbon dioksida mulai keluar dari cairan dalam bentuk gelembung.

Dikutip dari laman aerospheremonitoring.com, karbon dioksida tidak hanya berperan dalam menghasilkan buih, tetapi juga memengaruhi rasa dan sensasi yang muncul ketika soda diminum.

Saat CO2 larut dalam air, sebagian membentuk asam karbonat (H2CO3), yaitu asam lemah yang memberikan rasa sedikit asam pada minuman.

Proses tersebut dapat berlangsung secara bolak-balik karena asam karbonat dapat kembali terurai menjadi air dan karbon dioksida setelah tekanan dilepaskan.

Selain itu, karbon dioksida dapat berinteraksi dengan sel pengindera rasa asam pada kuncup rasa melalui enzim karbonat anhidrase 4.

Interaksi tersebut membantu menghasilkan sinyal yang kemudian dirasakan sebagai sensasi karbonasi. Dengan demikian, gelembung, rasa sedikit asam, dan sensasi kesemutan pada soda berkaitan erat dengan keberadaan karbon dioksida yang terlarut di dalamnya. (KIKI)

Baca juga: Asal Usul Sungai Kapuas Berdasarkan Cerita Rakyat yang Berkembang