Konten dari Pengguna

Mengapa Manusia Mulai Berlayar? Simak Penjelasan dan Sejarahnya Berikut Ini

P

Pojok Informasi

Membagikan informasi dari berbagai topik.

ยทwaktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi mengapa manusia mulai berlayar?,Pexels/Reco Alleyne
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi mengapa manusia mulai berlayar?,Pexels/Reco Alleyne

Pertanyaan mengapa manusia mulai berlayar banyak ditanyakan karena laut sejak dahulu menjadi wilayah yang penuh tantangan sekaligus menyimpan berbagai peluang bagi manusia.

Hamparan air yang luas membuat perjalanan dari satu wilayah ke wilayah lain tidak selalu mudah. Meski demikian, manusia perlahan menemukan cara untuk menaklukkan perjalanan laut dengan menciptakan perahu dan kapal sederhana.

Pada Zaman Lampau, Mengapa Manusia Mulai Berlayar?

Ilustrasi mengapa manusia mulai berlayar?,Pexels/cornelis blok

Kemampuan berlayar berkembang menjadi bagian penting dalam kehidupan berbagai masyarakat di dunia. Mengapa manusia mulai berlayar? Simak penjelasannya berdasarkan situs web sapiens.org.

Laut bukan selalu menjadi penghalang bagi manusia. Sejak puluhan ribu tahun lalu, manusia justru telah menemukan cara untuk menyeberangi perairan dan mencapai wilayah baru.

Kemampuan tersebut menjadi bagian penting dalam sejarah migrasi manusia, terutama di kawasan Asia-Pasifik. Peneliti memperkirakan bahwa manusia modern telah mencapai wilayah Australia dan Papua melalui perjalanan melintasi kepulauan Wallacea 50.000 tahun lalu.

Nenek moyang masyarakat kepulauan Pasifik diketahui melakukan migrasi jarak jauh dari Asia Tenggara menuju wilayah barat Pasifik. Sekitar 40.000 tahun lalu, kelompok pemburu-pengumpul bergerak menuju Papua Nugini dan kemungkinan Australia bagian utara.

Sebagian kemudian bergerak ke arah timur mengikuti pesisir Papua Nugini hingga mencapai pulau-pulau di sekitarnya. Salah satu alasan mengapa pelayaran tersebut dilakukan adalah untuk mencari tempat tinggal dan sumber daya baru.

Pulau-pulau yang terlihat dari wilayah asal dapat menjadi tujuan berikutnya sehingga perpindahan dilakukan secara bertahap. Kondisi geografis pada masa Pleistosen juga berbeda dari sekarang.

Permukaan laut lebih rendah sehingga beberapa wilayah daratan dan pulau memiliki bentuk yang berbeda. Hal tersebut memungkinkan manusia mengikuti jalur antarpulau sebelum akhirnya harus menghadapi perairan yang lebih terbuka.

Perahu yang digunakan kemungkinan masih sangat sederhana. Contohnya adalah perahu kayu yang dibuat dengan cara melubangi batang pohon, perahu dari kulit kayu, atau rakit bambu.

Meskipun demikian, teknologi sederhana tersebut sudah cukup untuk membantu manusia berpindah melintasi perairan. Dalam perkembangannya, masyarakat di kawasan Pasifik semakin menguasai teknik pelayaran, navigasi, dan pembuatan kapal.

Pelayaran kemudian tidak hanya berkaitan dengan perpindahan manusia. Perdagangan antarpulau juga berkembang dan memungkinkan pertukaran berbagai barang, termasuk obsidian, yang telah diperdagangkan melalui laut ribuan tahun lalu.

Jauh setelah migrasi awal tersebut, kelompok pelaut lain seperti masyarakat Lapita mengembangkan jaringan pelayaran yang semakin luas di Pasifik. Para pelaut tersebut membawa manusia, tumbuhan, hewan, serta kebudayaan ke berbagai kepulauan.

Mengapa manusia mulai berlayar? Jawabannya adalah bermula dari kebutuhan manusia untuk bertahan hidup, mencari wilayah baru, dan berinteraksi dengan kelompok lain. Kemampuan ini menjadi faktor yang memungkinkan manusia menyebar ke berbagai pulau. (Fia)

Baca juga: Hal yang Harus Dipersiapkan Sebelum Traveling ke Luar Negeri untuk Pertama Kali