Konten dari Pengguna

Mengapa Nini Anteh Dikaitkan dengan Bulan dalam Legenda Sunda

P

Pojok Informasi

Membagikan informasi dari berbagai topik.

ยทwaktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi mengapa Nini Anteh dikaitkan dengan bulan.Foto: Marcy Leechgrave / Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi mengapa Nini Anteh dikaitkan dengan bulan.Foto: Marcy Leechgrave / Unsplash

Alasan mengapa Nini Anteh dikaitkan dengan bulan telah diceritakan secara turun temurun oleh leluhur masyarakat Sunda. Masyarakat di sana percaya jika Nini Anteh tinggal di bulan bersama kucing.

Kisahnya diceritakan dalam beberapa versi yang berbeda. Namun, hampir seluruhnya menyatakan bahwa Nini Anteh tinggal di bulan sambil menenun kain.

Mengapa Nini Anteh Dikaitkan dengan Bulan ? Ini Jawabannya

Ilustrasi mengapa Nini Anteh dikaitkan dengan bulan.Foto: Ganapathy Kumar / Unsplash

Dalam buku Rekonstruksi Kronologi Teologi Nusantara, Santosaba (2026:403), dijelaskan bahwa alasan mengapa mengapa Nini Anteh dikaitkan dengan bulan ada hubungannya dengan Kerajaan Pakuan.

Nini Anteh digambarkan sebagai sosok yang tinggal di bulan bersama kucingnya bernama Candramawat. Konon, ia kabur ke bulan karena ingin bersembunyi dari kejaran Pangeran Antakusuma.

Pangeran Antakusuma merupakan pangeran dari Kadipaten Wetan yang seharusnya menikah dengan Putri Endahwarni dari Kerajaan Pakuan.

Namun, ternyata ia malah terpikat dengan kecantikan dayang pribadi sang putri bernama Nyai Anteh. Sementara itu, Nyai Anteh adalah putri dari seorang dayang kesayangan sang ratu.

Nyai Dasti, yakni ibu Nyai Anteh meninggal dunia saat melahirkannya, sejak saat itulah Nyai Anteh dibesarkan di Kerajaan bersama putri Endahwarni.

Anteh menyadari jika pangeran terus nekat mengejarnya, maka posisinya sebagai dayang pribadi sang putri di istana Pakuan akan terancam.

Mengingat dulunya ia juga sempat diusir dari istana tempatnya bekerja karena difitnah oleh dayang lain karena iri terhadapnya.

Kebingungan dengan kondisinya saat itu, Nyai Anteh kemudian berdoa kepada Dewata untuk memberinya solusi terbaik dari masalah yang dialaminya.

Tidak lama setelah Nyai Anteh memanjatkan doa, ia merasa ada kekuatan aneh menarik tubuhnya ke atas. Saat mendongak, dilihatnya sinar bulan memancar menyelimuti tubuhnya.

Kejadian ajaib itu disaksikan langsung oleh Pangeran Anantakusuma. Sang pangeran melihat Nyai Anteh melayang semakin tinggi dan akhirnya hilang bersama sinar bulan yang tertutup awan.

Sejak saat itu, kabar mengenai Nyai Anteh sudah tidak terdengar lagi. Konon, ia tinggal di bulan sampai menjadi nenek (nini).

Ia juga tinggal di bulan bersama kucing kesayangannya dan tidak berani turun ke bumi karena takut ditangkap Pangeran Anantakusuma.

Saat rindu dengan orang-orang tersayangnya di bumi, Nyai Anteh akan menenun kain untuk dijadikan tangga. Sayangnya, tenunannya tidak jadi-jadi karena selalu dirusak oleh kucingnya.

Berdasarkan kisah yang telah dirangkum di atas, ditemukan bahwa alasan mengapa Nini Anteh dikaitkan dengan bulan yaitu karena ia diangkat ke bulan untuk menghindari Pangeran Antakusuma.

Bayangan Nyai Anteh yang sedang duduk menenun yang ditemani kucingnya dipercaya selalu muncul di saat bulan purnama dan menjadi cerita rakyat yang melegenda.(NOV)

Baca juga: Cerita Rakyat Enyeng: Pesan Moral dan Pandangan Menurut Budaya Sumedang