Mengapa Suku Kajang Memakai Pakaian Hitam? Simak Penjelasannya di Sini
Membagikan informasi dari berbagai topik.
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tidak sedikit orang yang bertanya, mengapa Suku Kajang memakai pakaian hitam ketika melihat ciri khas tersebut. Warna hitam mungkin terlihat biasa dan tidak memiliki banyak variasi.
Namun, ketika melihat kehidupan masyarakat Kajang secara lebih dekat, pilihan warna ini menjadi bagian yang menarik untuk dipahami.
Mengapa Suku Kajang Memakai Pakaian Hitam dalam Kesehariannya?
Mengapa Suku Kajang memakai pakaian hitam menjadi pertanyaan yang muncul karena warna tersebut begitu melekat dalam kehidupan masyarakatnya.
Dikutip dari laman budaya-indonesia.org, Suku Kajang hanya mengenal warna hitam untuk pakaian adat dan mengenakannya dalam kehidupan sehari-hari, baik laki-laki maupun perempuan.
Bagi masyarakat Suku Kajang, hitam bukan sekadar pilihan warna, melainkan bagian dari adat yang memiliki kesakralan.
Karena itu, ketika memasuki daerah Suku Kajang, pakaian serba hitam juga perlu dikenakan sebagai bentuk mengikuti aturan yang berlaku di wilayah tersebut.
Warna hitam memiliki makna persamaan dalam berbagai hal, termasuk kesederhanaan. Tidak ada warna hitam yang dianggap lebih baik daripada warna hitam lainnya karena seluruhnya dipandang sama.
Makna tersebut menunjukkan bahwa pakaian tidak menjadi pembeda antara satu orang dan orang lainnya.
Selain itu, warna hitam juga melambangkan kekuatan, kesamaan, serta derajat setiap orang di hadapan Sang Pencipta. Nilai-nilai tersebut menjadi bagian dari adat yang terus dijalankan dalam kehidupan masyarakat Suku Kajang.
Pakaian adat Suku Kajang juga memiliki beberapa bagian dengan sebutan khusus. Penutup kepala yang digunakan disebut Passapu, sedangkan sarungnya dikenal dengan nama Tope Lelleng. Kedua bagian tersebut melengkapi pakaian yang menjadi ciri khas masyarakat Suku Kajang.
Penggunaan pakaian berwarna hitam ternyata juga memiliki kemiripan dengan salah satu masyarakat adat di Jawa, yaitu Suku Badui atau Urang Kanekes di Badui. Seperti Suku Kajang, Suku Badui juga selalu mengenakan pakaian berwarna hitam.
Kesamaan tersebut menunjukkan adanya kemiripan dalam ciri pakaian yang dikenakan oleh kedua masyarakat adat tersebut. (KIKI)
Baca juga: Filosofi Gamelan, Harmoni Bunyi yang Menyimpan Nilai Kehidupan