Mengapa Ular Menjulurkan Lidah? Ini Fungsi Sebenarnya
Membagikan informasi dari berbagai topik.
ยทwaktu baca 3 menit
Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mengapa ular menjulurkan lidah menjadi pertanyaan menarik karena perilaku tersebut kerap terlihat ketika ular sedang bergerak atau mengamati keadaan di sekitarnya.
Gerakan lidah bercabang yang dilakukan berulang kali juga sering dikaitkan dengan kondisi ular yang sedang marah atau hendak menyerang, terutama ketika disertai suara mendesis.
Padahal, kebiasaan tersebut merupakan bagian dari perilaku alami ular yang berkaitan dengan cara hewan ini berinteraksi dan mengenali lingkungan.
Mengapa Ular Menjulurkan Lidah Berulang Kali?
Mengapa ular menjulurkan lidah dapat dijelaskan melalui sistem penciuman khusus yang dimiliki ular. Berdasarkan penjelasan rri.co.id, ular memang memiliki lubang hidung untuk bernapas dan mendeteksi bau, tetapi lidah bercabang memberikan kemampuan tambahan untuk mengumpulkan informasi kimia dari udara maupun permukaan di sekitarnya.
Saat lidah dijulurkan, ujung lidah menangkap molekul atau partikel kimia yang terdapat di lingkungan. Setelah ditarik kembali ke dalam mulut, informasi kimia tersebut diteruskan menuju organ vomeronasal atau organ Jacobson yang berada di bagian atas rongga mulut.
Organ ini kemudian membantu menganalisis informasi kimia yang telah dikumpulkan. Salah satu fungsi penting gerakan menjulurkan lidah adalah membantu ular mencari mangsa. Molekul kimia yang berasal dari hewan lain dapat memberikan informasi mengenai keberadaan sumber makanan di sekitar ular.
Kemampuan tersebut sangat berguna ketika kondisi lingkungan membuat penglihatan kurang optimal. Ular dapat mengambil partikel bau dari udara atau permukaan tanah, kemudian memproses informasi tersebut melalui organ Jacobson.
Dengan cara ini, keberadaan hewan yang menjadi mangsa dapat dideteksi tanpa harus melihatnya secara langsung. Bentuk lidah ular yang bercabang juga memiliki fungsi penting.
Kedua ujung lidah dapat menangkap informasi kimia dari sisi kiri dan kanan secara terpisah. Perbedaan konsentrasi zat kimia yang diterima dari kedua sisi dapat membantu ular memperkirakan arah datangnya sumber bau.
Mekanisme tersebut membuat ular mampu mengikuti jejak kimia yang ditinggalkan hewan lain. Jika konsentrasi bau lebih kuat pada salah satu sisi, informasi tersebut dapat membantu ular menentukan arah pergerakan.
Fungsi lidah ular tidak hanya berkaitan dengan pencarian makanan. Gerakan tersebut juga membantu ular memperoleh informasi mengenai kondisi lingkungan. Ular dapat mengumpulkan berbagai molekul kimia dari udara dan permukaan tanah untuk mengetahui keberadaan hewan lain maupun sumber bau tertentu.
Karena itu, frekuensi ular menjulurkan lidah dapat meningkat ketika sedang mengeksplorasi lingkungan. Gerakan tersebut merupakan bagian dari perilaku normal dan tidak secara otomatis menunjukkan agresivitas.
Anggapan bahwa setiap ular yang menjulurkan lidah sedang bersiap menyerang tidak tepat. Perilaku tersebut pada dasarnya merupakan bagian dari sistem sensorik ular.
Dengan menjulurkan lidah, ular dapat mengumpulkan informasi kimia yang kemudian diproses melalui organ vomeronasal.
Mengapa ular menjulurkan lidah dapat dipahami sebagai bagian penting dari cara ular mengenali lingkungan. Lidah bercabang membantu mengumpulkan informasi kimia dari berbagai arah, sedangkan organ Jacobson membantu menganalisis informasi tersebut.
Kemampuan ini mendukung ular dalam mencari mangsa, mengikuti jejak bau, menentukan arah, dan memahami kondisi di sekitar tanpa harus mengandalkan penglihatan saja. (Rahma)
Baca juga: Mengapa Zebra Memiliki Belang? Ini Fungsi dan Alasannya