Konten dari Pengguna

Mengqadha Puasa Artinya Apa? Ini Dalil dan Ketentuannya

P

Pojok Informasi

Membagikan informasi dari berbagai topik.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Mengqadha Puasa Artinya. Unsplash.com/Masjid Pogung Dalangan
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Mengqadha Puasa Artinya. Unsplash.com/Masjid Pogung Dalangan

Menjelang datangnya bulan Ramadhan, umat Islam banyak yang mempertanyakan mengqadha puasa artinya apa? Mengqadha puasa sering ditulis dengan qadha, qodho, atau qada.

Dikutip dari kepri.kemenag.go.id, istilah qadha artinya adalah mengganti puasa wajib yang ditinggalkan selama bulan Ramadhan dengan puasa di hari lain di luar Ramadhan.

Dalam istilah fiqihnya, qadha artinya mengganti kewajiban ibadah yang terlewat karena alasan tertentu. Contohnya seperti sakit, bepergian, haid, nifas, atau kondisi lain yang dibenarkan syariat.

Mengqadha Puasa Artinya Apa?

Ilustrasi Mengqadha Puasa Artinya. Unsplash.com/Abdullah Arif

Mengqadha puasa artinya? Qadha puasa artinya adalah melakukan kewajiban bagi setiap Muslim yang memiliki utang puasa di bulan Ramadhan dan harus mengganti di hari lain setelah Ramadhan berakhir.

Kewajiban menunaikan qadha puasa memiliki dasar yang kuat dalam kitab suci Al-Qur’an. Allah Swt berfirman dalam Surah Al-Baqarah ayat 184 dan 185:

“Barangsiapa di antara kamu sakit atau dalam perjalanan, maka wajib baginya berpuasa sebanyak hari yang ditinggalkannya pada hari-hari yang lain.”

Ayat ini menegaskan bahwa orang yang tidak berpuasa karena adanya uzur syar’i, maka wajib menggantinya di hari lain. Selain itu, terdapat hadits lain dari Aisyah radhiyallahu ‘anha yang menyebutkan bahwa perempuan yang haid diwajibkan mengqadha puasa tetapi tidak diwajibkan mengqadha salat,

Agar lebih memahami ketentuan pelaksanaan qadha puasa, berikut ini adalah beberapa ketentuannya:

1. Orang yang Wajib Mengqadha Puasa

Qadha puasa diwajibkan bagi orang yang meninggalkan puasa Ramadhan karena beberapa hal berikut ini, yaitu:

  • Sakit

  • Safar (sedang melakukan perjalanan jauh)

  • Haid dan nifas

  • Kondisi darurat lain yang dibenarkan dalam syariat

Apabila seseorang sengaja tidak berpuasa tanpa alasan syar’i, ia wajib bertaubat, bahkan dalam kasus tertentu juga wajib membayar kafarat.

2. Waktu Pelaksanaan Qadha Puasa

Qadha puasa dapat dilakukan kapan saja setelah Ramadhan selesai hingga sebelum Ramadhan berikutnya. Puasa qadha boleh dilakukan berturut-turut atau terpisah, meskipun menyegerakannya lebih dianjurkan dalam syariat.

3. Ketentuan Apabila Menunda Qadha Puasa

Apabila seseorang menunda qadha puasa hingga masuk Ramadhan berikutnya padahal mampu, sebagian ulama mewajibkan qadha sekaligus fidyah (memberi makan fakir miskin) sebagai bentuk denda dari keterlambatan.

Mengqadha puasa artinya adalah kewajiban bagi setiap Muslim yang meninggalkan puasa Ramadhan karena adanya uzur syar’i. Dalilnya diatur dalam Al-Qur’an dan hadits, serta dijelaskan dalam berbagai kitab fikih. Menunaikan qadha puasa adalah bentuk tanggung jawab spiritual yang harus segera ditunaikan supaya ibadah seorang Muslim dapat sempurna dan diterima Allah Swt. (Aya)

Baca juga: Batas Puasa Qadha 2026 yang Perlu Diketahui Umat Islam